Assalamualaikum Kamu

Prischalia Rahfidhanita
Karya Prischalia Rahfidhanita Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Maret 2016
Assalamualaikum Kamu

Disini, aku mengucapkan hamdalah karena Allah telah mengizinkanku untuk mengenalmu. Aku meyakini, tidak ada sebuah pertemuan pun yang tanpa izinNya. Mungkin ini terlampau berlebihan menurutmu. Tetapi aku melakukannya karena merasa tak mungkin berkata-kata sebanyak ini langsung dihadapanmu. Aku tak merasa pantas mengungkapkan untain kata yang panjang dan bisa jadi hanya memperlama interaksi dua orang yang bukan mahram.

Aku telah jatuh hati pada ketaatanmu pada Sang Pemilik Cinta. Sesungguhnya aku tak dapat melukiskan perasaanku dengan kata-kata walaupun menurutmu mungkin itu biasa saja.

Ya, aku tahu. Aku terlalu egois bercerita panjang dan lebar. Terkadang aku pun membenci sebuah pertemuan yang pada akhirnya hanya akan membuat salah satu dari kita sakit.

Mengaguminya bukan berarti harus selalu dekat kan? Mengaguminya adalah ketika kita bisa melihatnya dari jauh tanpa mengganggu ketaatan kita pada Allah.

Sekarang aku hanya bisa diam dan memendam rindu. Biarkan rindu itu terakumulasi, hingga pada saatnya tiba nanti semesta akan ikut bahagia dengan pertemuan kita kembali. Sekarang, bukan saatnya untuk memaki sebuah jarak. Biarkan itu terjadi. Saling memperbaiki diri sendiri sehingga kita bisa menjadi pribadi yang baik. Kita juga percaya bahwa sesuatu yg sudah menjadi takdir akan terjadi walaupun jalan yang ditempuh jauh dan berliku. Jangan takut jatuh. Jangan takut kalah. Ada Sang Maha Pemberi Cinta, Ialah Sang Maha Membolak-balikkan hati.

Jika kita nanti dipertemukan di masa depan tapi tanganmu sudah terikat dengan pilihanmu, mungkin mulai sekarang aku akan belajar. Belajar lebih ikhlas. Sekarang, aku hanya bisa berjalan melewati setiap lembaran dari skenario Allah. Belajar lebih baik lagi untuk memperbaiki diri. Bukankah kamu akan datang di saat yang tepat? Jika nanti bukan kamu yang datang, ada orang lain yang berhak atas waktu itu.

  • view 344