Namaku; Untaian Doa Orang Tuaku

Pratiwi Artati
Karya Pratiwi Artati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Februari 2016
Namaku; Untaian Doa Orang Tuaku

Sebuah proses pemaknaan diri dengan meresapi kembali arti nama diri (yang sebelumnya tak pernah terlalu serius kupedulikan karena kupikir apalah arti sebuah nama)

Nama adalah doa yg direkatkan orang tua dan dimohonkan dengan penuh syukur. Menurut mama, semua nama anak2nya yang keduanya perempuan, hanya diciptakan dalam waktu yang amat sangat singkat oleh papa (alm) lewat coretan pada secarik kertas (yang semuanya berakhir dgn huruf ?i). Hal tersebut dikarenakan karena nama-nama yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari adalah nama anak laki-laki.

Arti namaku sendiri, kata mama adalah Pratiwi (Pertiwi, Bumi); Wini (Winih (Bhs Jawa), benih); Artati (anak perempuan dengan kehalusan budi).

Namun lebih jauh lagi, lewat pencarian tak disengaja via buku tipis berjudul panjang Risalah Sejarah dan Budaya, Seri Biografi Tokoh Cendekiawan dan Kebudayaan (Balai Penelitian Sejarah dan Budaya Yogyakarta), kutemukan serangkaian arti lain dari nama akhirku, Artati: ?Nama ini mengandung makna yang sangat dalam, menunjuk pada pribadi yang dianugerahi bakat istimewa untuk meraba kehalusan, mencicipi kemanisan, merasakan keindahan, mendalami relung-relung budaya, serta menyelami rahasia manusia dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya? (Suhatno, 1979/1980:4). Bahkan, nama akhirku ini menjadi sebuah nama pustaka yang ada dan ditempatkan di Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dengan nama ?Pustaka Artati? yaitu sebuah pustaka berbentuk kamus yang sumbernya dari Pustaka Jawa Kunanya. Asal muasalnya adalah karya monumental dari Zoetmulder, yaitu Old Javanese ? English Dictionary (1982); sebuah karya yang dibuat karena rasa cinta dan penghayatan yang mendalam terhadap dunia Jawa Kuna, yang disusun bersama S.O. Robson selama kurang lebih 30 tahun. Kamus ini kemudian diterjemahkan oleh Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna menjadi Kamus Jawa Kuna ? Indonesia (1995). Sumber yang dipakai dalam penyusunan kamus ini tak lain adalah Pustaka Jawa Kunanya. Pustaka Jawa Kunanya inilah yang dijadikan sumber ?lahirnya? Pustaka Artati tersebut.

Dan aku tak akan bisa mendapatkan pengetahuan mengenai ini semua tanpa munculnya sebuah ?curiosity? dari dalam untuk ?tracing back the roots behind my name?.

Tak tanggung-tanggung, meresapi itu semua membuatku setengah tak percaya diri, setengah terhenyak haru?baru detik ini aku menyadari, sebegitu dalamnyakah makna di dalam namaku? Ya Tuhan, mampukan aku mengemban doa yg dimohonkan oleh kedua orangtuaku lewat goresan pena namaku untuk menjadi sebuah kemanisan, kehalusan, keindahan bagi sesamaku lewat relung-relung dan nilai-nilai budaya hidupku, rasaku, karyaku, dan cintaku. Amin.

Wini, Jakarta, January 26, 2011

  • view 139