Jarak Makin Sempit Tapi Barcelona Tetap Juaranya

Pradhana Adimukti
Karya Pradhana Adimukti Kategori Bola
dipublikasikan 23 April 2016
Jarak Makin Sempit Tapi Barcelona Tetap Juaranya

Memasuki pekan ke 33, persaingan La Liga semakin ketat. Kekalahan beruntun tiga kali Barcelona membuat poin mereka sama dengan runner up Atletico Madrid (76 poin). Real Madrid yang berada di peringkat ketiga pun mengancam Barca karena hanya berselisih satu poin (75).

Grafik kekalahan Barca dimulai saat mereka dikalahkan  Real Madrid 1-2 di Nou Camp dalam laga El Clasico (02/04). Memang Barca sempat menang satu kali melawan Atletico Madrid di perempat final Liga Champions 2-1(05/04).

Namun akhirnya Barca tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan Atletico Madrid 2-0 di Stadion Vicente Calderon(13/04). Nasib Barca di La Liga semakin memburuk setelah kalah 1-0 dari Real Sociedad pada pekan 31 dan kalah 1-2 dari Valencia pekan lalu.

Padahal sampai pekan ke 30, Barcelona masih menguasai klasemen La Liga dengan interval poin yang meyakinkan. Barca (76) berjarak 9 poin dari Atletico Madrid (67) dan 10 poin dari Real Madrid (66). Ironis, karena dari 17 Oktober 2015 sampai 20 Maret 2016 Barca belum terkalahkan.

Setelah kekalahan tiga kali berturut-turut dan jumlah poin yang disamai Atletico Madriid. Barcelona memang dapa bangkit membantai Deportivo 8-0 namun poin di antara ketiga tim tetep ketat. Akankah gelar La Liga musim ini pasti lepas dari Barcelona?  

Sampai pekan ke 34, Barcelona, Atletico Madrid dan Real Madrid konsisten menang. Barcelona mengumpulkan 79 poin, Atletico 79 poin dan Real Madrid 78 poin. Bagaimana peta persaingan mereka sampai akhir musim? Mari kita lihat peluang Barcelona, Atletico Madrid dan Real Madrid berdasarkan jadwal  

Barcelona

Menanggapi kekalahan dari Valencia pada pekan 33, bek tengah Gerard Pique masih opimitis Barca masih bisa meraih gelar La Liga. Menurut mantan bek Manchester United itu, Barca bermain baik saat melawan Valencia. Hanya hasil akhir saja yang tidak memuaskan.

Jika konstan bermain bagus seperti melawan Valencia, Pique meyakini mereka akan memenangkan La Liga. Menurut Pique, memang Barca kalah tapi mereka meninggalkan permainan dengan kepala tegak. Lebih baik bermain bagus tapi kalah daripada menang namun bermain buruk, lanjutnya.

Setelah kalah dari Valencia, pelatih Luis Enrique mengakui batas “boleh kalah dan seri” mereka telah habis. Barca kini harus memenangkan seluruh lima pertandingan sisa. Jika ada tim yang mampu melakukan itu, tim tersebut adalah Barcelona, kata Enrique.

Sekarang bukan saatnya menyalahkan tim. Enrique mengucapkan selamat pada tim karena telah menghadapi masa-masa sulit ini. Pernyataan pelatih dan pemain senior yang berusaha mengangkat moral tim yang sedang kalah.

Opitimisme Pique dan Enrique memang masuk akal. Jadwal Barca memang menguntungkan. Mereka tak perlu lagi berhadapan dengan tim peringkat kedua sampai kelima lagi. Praktis tim yang dihadapi Barca adalah tim berperingkat di bawah 10 besar klasemen sementara.

Tim terbaik yang harus dihadapi Blaugrana adalah Deportivo La Coruna yang berada di peringkat 13 klasemen sementara sampai pekan 33. Sisa lawan Barca berada pada peringkat di bawah Deportivo. “Tim terbaik” itupun akhirnya sukses dibantai 8-0

Pasca kemenangan itu, Iniesta kembali menegaskan kondisi positif ruang ganti Barcelona. Iniesta mengatakan mereka punya mental pemenang. Mereka hanya perlu fokus memenangkan sisa empat pertandingan ke depan. Berikut sisa lawan Barcelona dan prediksi hasilnya:

Jadwal

Lawan

Prediksi

23 April

Sporting Gijon

Menang

30 April

Real Batis

Menang

8 Mei

Espanyol

Menang

15 Mei

Granada

Menang

 

Setelah melawan Deportivo, Messi memang dikabarkan cidera dan tak dapat bermain melawan Sporting Gijon. Namun dengan skuat yang jauh lebih baik, kehilangan Messi saat melawan Sporting Gijon tentu bukan masalah besar bagi Enrique.

Tersingkir dari Liga Champions memang artinya gagal mengulangi prestasi treble musim lalu. Namun itu juga peluang Barca lebih bisa fokus menghadapi semua lawan di La Liga. Kedua pesaing Barca, Real Madrid dan Atletico masih harus menghadapi lawan berat di Liga Champion, Manchester City dan Bayern Munich.

Sekarang Barcelona hanya perlu fokus mengalahkan sisa lawan. Jika sampai terpeleset seri atau kalah, gelar La Liga sangat mungkin lepas. Kemenangan besar melawan Deportivo kemarin tentu jadi tanda mereka telah bangkit.

Atletico Madrid

Opitimisme dan ambisi juga ditunjukkan Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid. Simeone menyatakan target utama klub untuk berada di zona Champions sudah tercapai. Kini mereka harus memenangkan seluruh pertandingan ke depan.

Jika melihat jadwal, para pemain Atletico memang harus meresapi kegigihan Simeone saat masih bermain maupun saat melatih. Mereka masih harus melawan Athleic Bilbao pada pekan 34. Athletic Bilbao adalah tim peringkat kelima. Namun mereka bisa mengalahkan Bilbao 1-0 (20/04).

Pada pertandingan terakhir, Atletico masih harus menghadapi Celta Vigo, tim peringkat keenam klasemen sementara. Dari lima sisa lawan mereka, hanya Rayo Vallecano (16) dan Levante (19) yang berada di luar 10 besar klasemen sementara. Malaga, penghuni peringkat 8 klasemen sementara, adalah lawan yang bisa mengganjal juga.

Atletico Madrid juga masih harus melawan Bayern Munich di Liga Champions.  Laga home and away akan dijalani Koke dan kawan-kawan pada 28 April dan 4 Mei. Perang di front La Liga dan Liga Champions sekaligus yang membutuhkan konsentrasi ekstra dibanding Barcelona.

Dari seluruh sisa lawan Atletico Madrid hampir semua bisa dikalahkan pada pertemuan pertama musim ini. Hanya mereka perlu ekstra fokus melawan Malaga. Pada pertemuan pertama, Malaga sukses mengalahkan Los Rojiblancos 1-0 (20/12/15).

Maka, nasib Atletico Madrid kini ditentukan fokus dan kegigihan mereka memenangkan seluruh laga sisa dan menunggu Barca terpeleset. Sekalipun Atletico kini telah berhasil menyamai poin yang diraih Barcelona. Berikut jadwal dan prediksi Atletico:

Jadwal

Lawan

Prediksi

23 April

Malaga

Menang

30 April

Rayo Vallecano

Menang

8 Mei

Levante

Menang

15 Mei

Celta Vigo

Menang

 

Real Madrid

Berbicara pada makan malam ulang tahun ke 28 Pena Ramon Mendoza Supporter Club, Presiden Real Madrid Florentino Perez memberi penghargaan pada seluruh pemangku kepentingan El Real. Penghargaan diberikan atas dukungan mereka sehingga Real bisa punya peluang memenangkan La Liga dan Liga Champions pada musim ini.

 Mengenai persaingan La Liga yang semakin ketat, Perez mengingatkan kembali semangat dasar Real Madrid, yakni budaya kerja keras, pengorbanan dan sikap menghargai. Sebuah pernyataan pembangkit semangat saat kompetisi kembali ketat menjelang akhir musim.

Setelah Zidane melatih di pertengahan musim, grafik Real Madrid memang meningkat. Puncaknya, mereka  mengalahkan Barcelona di Nou Camp pada laga El Clasico La Liga dan lolos ke semifinal Liga Champions.

Diberkahi kekalahan beruntun Barcelona,  jarak mereka kini hanya tertinggal 1 poin dari Barcelona. Sesuatu yang tak terbayangkan mengingat mereka pernah dibantai 4-0 oleh Barcelona di Saniago Barnebeu musim ini.

Melawan Villareal , Madrid sukses menang 3-0 (20/04). Padahal Villareal sukses mengalahkan Madrid 1-0 pada pertemuan pertama (13/12/15). Bukti Zidane tetap mampu menjada konsentrasi tim saat persaingat makin ketat.

Tetapi kemenangan Madrid ditebus dengan cidera Ronaldo. Ronaldo diragukan tampil melawan Rayo Vallecano pekan ini. Di tengah persaingan dan jadwal ketat tentu kehilangan Ronaldo cukup dapat mengubah rencana tim.

Berbekal skuad yang lebih superior dibanding sisa lawan mereka musim ini, Zidane hanya perlu kecerdikan untuk mengantisipasi cideranya Ronaldo. Kecuali Valencia, seluruh lawan Madrid bisa dikalahkan pada pertemuan pertama.

Valencia memang sukses menahan seri Madrid (03/01) namun kondisi tim Madrid saat ini jauh lebih baik dibanding Madrid saat itu. Hasil seri melawan Valencia menyebabkan Rafa Benitez dipecat. Sedangkan sejak pekan 27, saat Zidane telah menggantikan Benitez, Madrid menang terus. Wajar jika nanti Valencia bisa dikalahkan.

Sisa lawan mereka musim ini

Jadwal

Lawan

Prediksi

23 April

Rayo Vallecano

Menang

30 April

Real Sociedad

Menang

8 Mei

Valencia

Menang

15 Mei

Deportivo

Menang

  

Konklusi

Barcelona masih berpeluang besar memenangkan La Liga musim 2015/2016 berdasarkan beberapa alasan. Pertama, atmosfer tim sangat positif seperti ekspresi Enrique, Pique dan Iniesta. Kedua, kemenangan 8-0 melawan Deportivo membuktikan mereka telah bangkit dari kekalahan.

Ketiga, sisa lawan Barca jauh lebih ringan, berada di peringkat 10 ke bawah. Keempat, Barcelona tak lagi bertanding di Liga Champions sehingga fokus mereka tidak terbagi lagi. Poin keempat adalah keuntungan yang tak dimiliki Atletico dan Real Madrid.

Jika mereka bisa memenangkan seluruh sisa pertandingan, gelar La Liga musim ini pasti akan kembali diklaim Barcelona. Sekalipun Ateltico Madrid dan Real Madrid dapat memenangkan seluruh pertandingan sisa.

La Liga menggunakan aturan head to head. Jika dua tim atau lebih memperoleh nilai sama di akhir musim, maka pemenangnya ditentukan head to head  pertemuan di antara mereka. Barcelona unggul head to head atas Atletico dan Real Madrid.

Namun jika mereka kembali terpeleset seri atau kalah sekali saja sedangkan Atletico Madrid dan Real Madrid memenangkan seluruh sisa pertandingan maka Barca mungkin akan berakhir di peringkat ketiga  klasemen. Sekarang musuh Barcelona adalah diri mereka sendiri.

Sumber: http://www.football-espana.net/

sumber foto: www.worldfootball.net

  • view 277