Kerikil Yang Menyebab Gigil

Kerikil Yang Menyebab Gigil Kerikil Yang Menyebab Gigil

Kerikil-kerikil yang kutemui di sepanjang jalan menuju rumahmu tak kurasa keras. Ia begitu lembut seperti juga tingkah dan lakumu yang kulihat sangat bersahabat.

Kerikil biasanya kasar, tapi tidak dengan ia yang berada di setapak jalan yang mengantarkanku pada rumahmu. Kerikil-kerikil itu nampak halus seperti pula hatimu begitu perasa.

Ia lalu kupunguti sebisaku. Aku menggigil sambil menggenggam kerikil. Malu-malu melaju menuju rumahmu.

Kamu tak ada. Sedang pergi sepertinya. Betul. Tak salah lagi. Teman sepermainanmu datang membawa kabar kalau kamu sedang tak ada di sana. Aku pulang. Senang.

Kamu tak ada, aku girang tak terkira. Ada banyak waktu lebih lama untuk berlatih menata cara bicara.

Aku kembali dengan tangan masih terkepal. Memegangi kerikil-kerikil kecil yang kuambil dari dekat tempatmu tinggal.

 

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 18 Maret 2017

 

sumber gambar: 123rf.com

Muhammad Irfan Ilmy

Kerikil Yang Menyebab Gigil

Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Puisi dipublikasikan 20 Maret 2017
Ringkasan
Kamu tak ada, aku girang tak terkira. Ada banyak waktu lebih lama untuk berlatih menata cara bicara.
Dilihat 12 Kali