Antara Sholat Jenazah dan Pilkada

Antara Sholat Jenazah dan Pilkada Antara Sholat Jenazah dan Pilkada

   Pernah suatu ketika guru saya mengatakan bahwa faedah menyholati jenazah selain untuk si mayyit, juga untuk orang yang ikut serta dalam sholat jenazah tersebut. Sholat jenazah kan hukumnya fardhu kifayah, artinya sholat jenazah itu wajib, namun jika telah ada beberapa orang yang telah menyholati jenazah seorang muslim, maka gugur kewajiban bagi muslim yang lain. Nah, salah satu faedah bagi orang yang menyolati jenazah adalah kelak ketika dia meninggal akan disholati oleh orang lain. Semakin sering dia ikut dalam sholat jenazah saudara-saudara muslim maka besar kemungkinan akan semakin banyak pula yang akan ikut menyolati jenazahnya kelak. 

   Sholat jenazah itu doa. Coba kita baca arti bacaan dalam sholat jenazah seperti yang saya kutip di bawah ini,

   "Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakanlah ia, dan ampunilah dosa kesalahannya, hormatilah kedatangannya, luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkan ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari yang dulu, gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada keluarganya yang dulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan adzab api neraka"

   Nah doa banget kan.

   Lalu bayangkan jika meninggal kelak, banyak yang menyholati jenazah kita, amboy alangkah nikmat karena banyak yang mendoakan, hmm sudah kebayang aja nikmat surga, InshaAllah. Seperti yang telah disebutkan dalam hadis: 

   "Tidaklah ada seorang muslim yang meninggal dunia lalu ada 40 orang yang tidak mepersekutukan sesuatu dengan Allah, menyolati jenazahnya melainkan Allah akan memberi syafaat melalui mereka"

   Maka sejak itu, jika tidak ada halangan saya berusaha ikut sholat jenazah tetangga atau keluarga dekat. Pun demikian ketika diberi kesempatan menunaikan ibadah haji. Di masjid Haromain kan hampir tiap ba'da sholat ada sholat jenazah, kalau tidak ada udzur saya sempatkan ikut, paling hanya butuh waktu beberapa menit saja. Saya membayangkan senang banget ya si mayyit disholati  begitu banyak orang, di masjid Haromain pula. 

   Itulah salah satu faedah menyolati jenazah. Lalu sekarang, kenapa ada spanduk yang mengatakan tidak akan menyholati jenazah pendukung penista agama. Selama yang bersangkutan masih bersyahadat nggak ada alasan untuk tidak disholati jenazahnya. Kecuali kalau pendukung penista agama itu memang non muslim lain lagi ceritanya.

   Kita bisa lihat sikap Buya Hamka, ulama panutan bangsa, guru bangsa ini, ketika diminta menyholati jenazah Bung Karno. Banyak pihak yang mencegah Buya dengan alasan Bung Karno itu munafiq dan Allah telah melarang Rasul menyholati jenazah orang munafiq (QS At-Taubah 84).

   Buya Hamka menjawab, "Rasulullah mendapat wahyu langsung dari Allah tentang siapa saja yang munafiq itu, lha saya nggak terima wahyu dari Allah apakah Bung Karno itu munafiq atau bukan". Maka Buya Hamka pun menyholati jenazah Presiden pertama Indonesia itu. Itulah sikap ulama yang shalih. Buya sadar bahwa memberi label pada orang lain adalah hak Allah. Selama seorang itu bersyahadat, sholat lima waktu, zakat, puasa romadhon maka secara lahiriah orang tersebut adalah muslim yang mana berlaku hak dan kewajiban sebagai sesama muslim seperti bertakziah, menyholati dan menguburkan jenazahnya. Masalah hati hanya Allah yang tahu.

   Larangan buat Rasul menyholati jenazah orang munafiq karena doa Rasul itu makbul. Jadi tidak selayaknya Rasul turut mendoakan orang munafiq. Akan tetapi para shahabat tetap menyholati orang yang diduga munafiq karena para sahabat tidak tahu apakah orang tersebut benar-benar munafiq atau bukan.

   Ciri-ciri orang munafiq yang tertera dalam Alquran adalah pelajaran untuk kita supaya selalu instropeksi diri, bukan untuk menuduh sesama muslim apalagi hanya karena alasan berbeda pilihan politik. 

 

Wallahua'lam

Malang, 20 Maret 2017

 

 Gambar dari Google

Nazlah Hasni

Antara Sholat Jenazah dan Pilkada

Karya Nazlah Hasni Kategori Lainnya dipublikasikan 20 Maret 2017
Ringkasan
#SholatJenazah Mau banget ketika kelak tiba waktuku, banyak yang menyholati jenazahku
Dilihat 67 Kali