Menerjemahkan Luka

Menerjemahkan Luka Menerjemahkan Luka

Semalaman aku merenungi ini. . .

Jika kehendaku adalah kehendakNya, maka pedihku kali ini bukan semata salahku tapi memang sudah kehendakNya.

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini kan ? bahkan sekian detik peristiwa tak terduga di hidupmu adalah kehendakNya.

Mulanya aku mungkin tidak menyangka ini semua bisa terjadi, tapi ternyata terjadi. Bukan semata salahku, ini sudah kehendakNya.

Manusia kadang terlalu terburu-buru ingin lepas dari segala luka dan pedih yang sedang dia rasakan, tapi sering mereka lupa untuk mencari terlebih dahulu apa yang sebenarnya Tuhan ingin katakan pada kita melalui segala pedih itu.

Sehingga yang terjadi adalah luka yang mengendap dalam jiwa dan suatu hari muncul keluar minta untuk ditangisi dan disesali (lagi).

Jangan dulu pergi dari luka itu! sampai kamu temukan kalimat indah Tuhan yang ingin Dia sampaikan melalui segenap luka yang sedang coba kau peluk, kau asuh dan kau tangisi.

Menangislah sekeras-kerasnya jika memang perlu, hargai perasaan itu dan jangan diabaikan. Jangan terlalu 'so' kuat.

Lalu, berjanjilah pada dirimu sendiri untuk fokus pada bahagia yang kau rasakan,dari hal kecil sekalipun! Kau masih bisa makan misalnya, kau masih punya rumah misalnya,kau masih bisa melihat senyum orangtuamu misalnya, atau hal sederhana seperti kau masih bisa menikmati kopi di pagi hari. Apapun! Dan.... rasakan  bahwa semua luka itu sesungguhnya adalah obat bagimu, obat untuk menjadi pribadi yang lebih lengkap. Karena sebetulnya kamu itu sering sakit; sakit lupa, sakit jiwa, sakit tak tau arah, sakit hidup berlebihan, dan sakit-sakit lainnya yang terbungkus bahagia semu.  Hanya luka yang bisa mengobati semua itu. Sembuhlah dan sambutlah luka itu. Bahagialah....

Sesungguhnya, yang bertanggungjawab atas kebahagiaanmu adalah dirimu sendiri.

Hidup seperti roda yang berputar.

Sekarang sedih, artinya bahagia siap mengetuk hari-harimu. Berhiaslah, sambutlah ketentraman di depan pintumu.

Ini bukan bualan motivator, ini adalah kisah hidup orang-orang yang mau menerjemahkan lukanya. . .

Jika kamu mampu melakukannya, selamat! lukamu sudah diterjemahkan. . .

Nisa Sintha Putri

Menerjemahkan Luka

Karya Nisa Sintha Putri Kategori Renungan dipublikasikan 19 Maret 2017
Ringkasan
Manusia kadang terlalu terburu-buru ingin lepas dari segala luka dan pedih yang sedang dia rasakan, tapi sering mereka lupa untuk mencari terlebih dahulu apa yang sebenarnya Tuhan ingin katakan pada kita melalui segala pedih itu.
Dilihat 34 Kali