Lima Alasan Sesungguhnya Orang Baca Buku. Kamu yang Mana?

Lima Alasan Sesungguhnya Orang Baca Buku. Kamu yang Mana?

Jujur saya berpendapat nggak semua orang ingin membaca novel atau buku murni dengan alasan mencari pengetahuan atau hiburan. Yang namanya manusia dengan segudang pengalaman dan perasaan, tak mengherankan urusan memilih bacaan tak sepenuhnya berangkat dengan sikap netral. Berikut saya bagi alasan memilih novel tertentu, siapa tahu bisa sama dengan alasan yang inspirator punya:

  1. Milih novel karena ingin mencari pembenaran

Saya bukan penggemar Paulo Coelho. Saya belum pernah membaca novel karangannya. Meski demikian, saya menyukai kutipan beliau. Salah satu yang paling saya ingat adalah: “Jangan buang waktumu memberi penjelasan, orang cuma mau dengar apa yang ingin mereka dengar”.

Buat saya, kutipan tersebut terlampau jujur sehingga terkadang menusuk hati sebab benar adanya. Tidak cuma kutipan tersebut berlaku dalam hal menasehati orang lain saat curhat tetapi kata-kata itu berlaku secara umum, termasuk memilih buku yang akan kita baca. Saya pernah beberapa kali memilih novel karena alasan ini.

Saya pernah membeli novel berjudul “Fury” karangan Salman Rushdie hanya gara-gara buku ini bercerita tentang seorang pria yang memilih mengasingkan diri di tempat ramai seperti New York lalu ia berbisnis boneka. Aneh? Buat saya sih waktu itu cerita si pria paruh baya ini agak mirip atau setidaknya mewakili kondisi ideal impian saya beberapa tahun yang lalu; menjadi alien di tempat ramai seperti Jakarta. Hidup sendiri dan menyendiri. Buku itu tidak pernah saya selesai baca hingga sekarang. Saya nggak kuat dengan bahasa umpatan yang Salman pakai. Dipikir-pikir bagus juga sih sebab potret pria tersebut sudah tak ada lagi dalam benak saya. Saya nggak mau hidup sebagai orang anti sosial seperti dia.

  1. Milih novel karena menyukai penulisnya

Ini paling sering saya lakukan. John Steinbeck dan Thomas Hardy adalah dua penulis favorit yang sudah pasti seluruh karya terkenal mereka telah saya lahap habis. Bagaimana dengan buku-buku mereka yang kurang populer? Jujur saja saya kurang tertarik buat membacanya sebab beberapa halaman awal yang pernah saya baca kurang oke. Hehe..

 

  1. Milih judul tertentu karena ingin ikut tren

Mereka yang berlama-lama berdiri memandang judul-judul di bagian paling depan sebuah toko buku. Mereka yang menghabiskan banyak waktu di etalase depan toko buku demi melihat novel yang sedang baru atau banyak dibeli orang. Yang jelas saya bukan tipikal pembaca di poin ini.

  1. Boleh beda penulis tetapi tetap pada genre yang sama

Jenis pembaca yang tak peduli siapa yang menulis asalkan bisa menikmati tulisan yang konyol atau sedih. Tipe pembaca pada kategori ini lebih condong memilih novel karena genre atau tema yang memang ia gemari. Kadang saya juga mencari buku karena alasan ini. Tiada mengapa yang menulis bukan John Steinbeck atau Thomas Hardy asal saya bisa menikmati cerita klasik dengan banyak bahasa membuai dan karakterisasi terperinci sehingga membuat saya akan larut dalam cerita tersebut. Biasanya pilihan nggak jauh dari Charles Dickens, Elizabeth Gaskell dan Bronte bersaudari.

  1. Murni karena ingin belajar

Saya paling salut pada mereka yang membaca karena memang ingin belajar, memperluas cakrawala pengetahuan. Mereka yang lulusan ilmu eksakta tetapi tertarik belajar tentang ensiklopedia Islam atau sejarah dunia. Atau sebaliknya. Buat saya orang seperti ini adalah pembelajar seumur hidup.

 Gambar dicuplik dari sini.

Eny Wulandari

Lima Alasan Sesungguhnya Orang Baca Buku. Kamu yang Mana?

Karya Eny Wulandari Kategori Buku dipublikasikan 15 Maret 2017
Ringkasan
Yakin baca buku demi cari hiburan atau pengetahuan semata?