Inspirator Minggu Ini: Yessy Niarty

Inspirator Minggu Ini: Yessy Niarty Inspirator Minggu Ini: Yessy Niarty

 

Inspirator yang satu ini cukup unik. Walau telah banyak orang yang menggali ide dari melihat ke dalam diri sendiri, Yessy Niarty mempunyai nilai plus. Ia ‘habis-habisan’ menguliti emosi dan pikiran diri sendiri lalu terkadang menuangkannya menjadi fiksi yang reflektif atau ‘mbeling’.

Melihat foto ‘cover’ laman pribadinya yang menampilkan sastrawan terkenal asal Inggris, Virginia Wolf, tak berlebihan jika menyebut Yessy cukup terilhami oleh gaya penceritaan salah satu penulis paling berpengaruh di zaman modern tersebut. Virginia banyak menggunakan teknik penuturan aliran kesadaran atau ‘stream of conciousness’ yang berhasil melahirkan karya ternama, seperti ‘To The Lighthouse’ dan ‘Mrs. Dalloway’.

Mulai eksis di Inspirasi sejak 27 Mei 2016, Yessy merangkul banyak inspirator melalui tulisan-tulisannya yang begitu personal sekaligus mampu menjangkau perasaan banyak orang. Begitulah kekuatan tulisan yang mengedepankan refleksi pribadi. Ditambah kepiawaiannya memilih kata dan frase, setiap curahan hati Yessy sangat sayang untuk dilewatkan.

Silahkan pertama-tama menikmati tulisan ringkasnya yang sukses membuat tersungging walau sebenarnya beraroma sebal seperti yang satu ini, “Monolog Pribadi Pt. I”.

Kiranya perempuan usia segini mempan diumpan rayuan klasik
Ah, mungkin dia tak sempat survey berapa kini harga sebatang lipstik
Mungkin dikiranya hati perempuan ini masih sepi
Tak tahu dia sudah berapa lelaki bolak-balik menepi

‘Elegi Hujan’ dan ‘Rumah di Bulan’ merupakan dua contoh cerita pendek Yessy yang menarik untuk dikupas. ‘Elegi Hujan’ agak beda dari gaya kepenulisan yang biasanya Yessy tampilkan dimana dalam karya ini ia lebih kekinian, ‘mbalelo’ jika dibandingkan dengan teknik tulisannya yang lain. Tema dan dialog dia buat kekinian. Pemakaian sapaan yang gaul dan topik cinta bertepuk sebelah tangan dia jabarkan blak-blak an.

Sedangkan dalam ‘Rumah di Bulan’, tulisan yang sempat menjadi pilihan redaksi, Yessy menuturkan cerita yang beda dari kebanyakan karya yang pernah mampir di sini. Bisa dibilang Yessy ‘pol-pol an’ mengerjakan ini. Berangkat dari tema yang memang ‘marjinal’, Yessy menyoroti potret orang dengan gagap sosial secara apik. Dari sini saja Yessy sudah menuai salut. Belum lagi, ia memasukkan unsur imajinasi tentang rumah di bulan, yang kami rasa menyuarakan keinginan banyak orang yang mengalami hal seperti ini.

Masih menerapkan gaya kepenulisan bersumber dari emosi terdalam, Yessy melahirkan banyak puisi di sini. Rerata puisinya mengisahkan pergulatan batin yang manusiawi terjadi pada siapa pun yang jatuh cinta atau patah hati.

Sila dibaca ‘Melupakanmu’ dan ‘Linimasa’ untuk merasakan sensasi pedih menusuk. Jika ingin lebih menikmati karya sajaknya yang agak beda bisa membuka ‘project’nya yang bertajuk ‘La Casa Sulla Luna’ atau ‘The house on the moon' dimana dia menulis sajak yang lebih pendek tetapi tetap mengena di hati.

Terima kasih Yessy banyak berbagi kreasi di sini. Lewat karya-karyamu engkau membuktikan indah tak selalu melulu tentang tawa. Terkadang yang elok juga bisa dari kegelisahan dan kesedihan.

Redaksi inspirasi.co

Inspirator Minggu Ini: Yessy Niarty

Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Inspiratif dipublikasikan 14 Maret 2017
Ringkasan
Inspirator yang satu ini cukup unik. Ia ‘habis-habisan’ menguliti emosi dan pikiran diri sendiri lalu terkadang menuangkannya menjadi fiksi yang reflektif atau ‘mbeling’.