DARI PAGI KE HATI UNTUK DIRI

DARI PAGI KE HATI UNTUK DIRI DARI PAGI KE HATI UNTUK DIRI

Ya Allohku…

Pagi ini irama nafasku memang agak lambat

Segera kusambut dengan lantunan istighfar

Sekedar tuk ringankan beban yang tertambat

Dan hilanglah tumpukan sesak meski sebentar

 

Setelah tundukkan muka dan kepala beberapa menit

Spontan terlintas buih-buih dosa yang penuhi rongga dada

Aku takjub!

Ternyata aku pernah jatuh ke lubang nista

Pernah berkali-kali tenggelam ke lembah maksiat

Bahkan pernah lalai terhadap syari’atMU

Itulah yang buatku mengutuki dosa diri

Namun kini aku punya saudara-saudara sehati

Yang Insya Alloh mampu melindungi akhlak diri

KAU titipkan mereka untuk bersihkan jiwa dan raga ini

KAU hadiahkan mereka untuk selamatkanku dari neraka yang berapi-api

Betapa manis kado yang datangkan, Ya Rohman!

 

Kemanisan pemberianMu terus kupelajari

Sampai saat aku mengerti lemahnya diri tanpa saudara seiman

Mungkin aku tak bisa mencintaiMU tanpa disadari

Tapi mereka dapat ajarkan aku menggapainya dengan banyak jalan

Itulah yang kusuka!

Kusukai sampai aku lupa bahwa manusia pun banyak cacatnya

Ternyata kadoMU belum tentu jadikanku syar’i

Karna begitulah manusia..

Ya! Beginilah macam manusia jaman ini…

Ketika aku dinasehati, aku sedang mencoba untuk memperbaiki diri

Perlahan dan tertatih, selalu kupaksa tuk perhatikan nasehat saudaraku

Ketika aku menasehati, aku justru mencoba mengalahkan keinginan hati

Karna rasanya nasehat dariku tak senada dengan jalan hidupnya

Bukan aku merasa sok suci sendiri

Tapi karna aku peduli pada nasehat yang dulu diberi padaku

Bahkan terkadang aku hanya tersenyum simpul seorang diri

Adakah dia lupa nasehatnya padaku?

Aku sekedar tertawa ringan melihat emosinya yang melambung tanpa jeda

Seperti aku yang salah, yang keliru, atau yang dosa telah menasehatinya

 

Beginilah macam manusia jaman ini…

Selalu ingin memberi dan menolak tuk diberi

Selalu ingin menasehati tanpa mau dinasehati

Aku justru bingung sendiri kini

Ketika nasehatmu kujalani, lalu kau tak memberiku teladan yang hakiki

Salahkah aku marah padamu?

Lebih baik aku mendengar nasehat para anak punk atau preman pasar

Karna bicara mereka bukan tanpa alasan atau mendakwahi

Tapi polos dan jujur berdasar pengalaman nyatanya

Dari merekalah aku justru dapat lebih banyak inspirasi

Ya Robbi.. Banyak orang yang kujadikan teladan tuk merasakan lezatnya iman

Tapi selalu berakhir pamor dan lebih terlena indahnya dunia

Mungkin hanya Rosulullah teladan yang benar-benar terjamin

Bukan yang terlihat islami atau menjagaku apa adanya

 

Saudaraku, syurga dan neraka itu bukan khayalan!

Ia begitu zahir kelak dihadapanmu, menimpa semua orang yang kau cinta

Dimanakah letakmu?

Aku hanya munajatkan

Semoga kau jadi bidadari cantik di jannahNya

Sejati dengan jodoh yang telah kau pilih

Dan ditetapkan Alloh padamu

 

Namun jalan menuju syurga itu pahit

Racun dan belenggu dunia selalu coba buatnya makin pahit

Kalau kau temukan penawarnya, maka ia terasa begitu manisnya

Bahkan Rosul pernah katakan pada seorang pemuda

“Sudikah ibu, saudara perempuan, dan bibimu dizinahi lelaki?”

Bandingkan pemuda itu dengan lelaki manapun

Kalau ia tak tulus, ia akan jadikanmu mainan

Namun jika tak berkenan,

Maka untuk apa kau pertaruhkan diri demi harga sebuah neraka?

Yakinlah, Alloh Maha Pendeteksi!

Tak sekejap manusia luput dari pandangNya

Sepintar apapun hamba menutupi khilaf diri

Tapi Alloh yang Maha Tahu salah itu!

 

Berjanjilah, wahai calon bidadari syurga…

Berkah itu terletak ketika ikhlas tinggalkan maksiat

Berkah itu hadir saat kau lepas segala nikmat fana

Janji Alloh utuh adanya, DIA tak kan ingkar!

Semua dipertemukan dengan pasangan sekufu

Lantas untuk apa membenamkan diri dan larut dalam buaian syetan?

Tak perlu pertahankan nista demi kenyangkan yang sesaat

Karna yang abadi adalah dengan izin dan ridhoNya

Restu Alloh itu lah yang paling kekal

Tak ada jalan selain putuskan semua jalur

Dan kembali pada pintaNya

Sebentar saja, tak akan lama jika kau sabar

Tak akan dialihkan jika memang jodohmu

Tak pernah Alloh salah pilih untuk wanita sholehah

Maka berjanjilah, Perangi kefanaan itu

Jangan lagi jatuh pada lubang yang senada

Alloh akan ampuni siapa saja yang membelaNya

Intadziir, Ukhti! Tunggu sampai masa itu tiba

Alloh sebenar-benar saksi

Maka DIA tak akan buatmu sedih

Bahagia itu pasti datang, meski tak sekarang

Ingatlah, rajutan cintaNya jauh lebih indah

Tak ada bandingnya melebihi cinta insani

 

Bukan aku sedang menghujat

Bukan aku gila karna menghakimimu

Namun sedang ikhtiar tuk benahi semua yang keliru

Karna tangisku ini terlalu larut  jika kau tak bisa kembalikan senyumku

Aku akan makin menggila jika saudaraku tak mampu dengarkanku

Yakinlah, Alloh memintaku menolongmu

Petunjuk itu nyata!

Maka tak ada lagi alibi macam manapun

Selain kau sudi kembali pada arah hakiki

DIA sudah lama menantimu kembali, itu pasti!

Masihkah ingin membuat Alloh menunggu?

Masihkan mau menyakiti Alloh?

Sampai kapan, saudaraku?

“Jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu,”

“Berpuasalah jika tak sanggup,”

Tak perlu ragu tentukan pilihan

Alloh sudah mengatur

Maka tentu kadoNya jauh lebih dahsyat!

Bangkitlah, lawan yang tak perlu!

Baiq Dwi Suci

DARI PAGI KE HATI UNTUK DIRI

Karya Baiq Dwi Suci Kategori Puisi dipublikasikan 13 Maret 2017
Ringkasan
Puisi ini tertulis di tengah rasa kecewa, aku memintamu kembali ukhti...
Dilihat 36 Kali