In My Mind

In My Mind In My Mind

Kita akan selalu berada dalam ketidak adilan..

Selamanya..

Setiap kita mengharapkan keseimbangan maka akan selalu ada ketimpangan..

Kita berharap semua mendapat keuntungan yang sama di dunia ini, tapi kenyataannya tidak ada yang benar-benar sama kalau diukur dengan angka. 

Apakah mengeluh akan membuat kita mendapatkan hak yang kita minta? Atau hanya menambah sakit hati atas ketidakpedulian siapapun terhadap harapan kita.

Lalu kita mencoba mengalah hanya sekedar berusaha menjadi orang baik karena konon katanya orang baik akan didengar doanya, mungkin baik yang tidak bodoh karena selalu mengalah.

Namun setiap sikap baik juga belum tentu mendapatkan kebaikan yang sama bahkan mungkin semakin merasa hina karena selalu dianggap bodoh.

Lalu kita mulai marah, dengan mengeluarkan semua energi yang tersimpan kita mulai menyemburkan kemurkaan ke segala arah. Mungkin ini salah satu cara agar kita mendapatkan segala yang kita inginkan meskipun harus memaksa.

Akhirnya kita lelah, karena apa yang kita cari hanya menghabiskan tenaga bahkan harga diri dan kita lupa untuk bertanya pada diri sendiri, apakah keadilan itu ada di sana? Di dalam diri kita? Ternyata kita hanya mencari di luar sementara apa yang dibutuhkan jiwa kita sendiri tak pernah kita penuhi. 

Ternyata kita telah tidak adil pada diri sendiri, jiwa yang kosong, hampa kita biarkan begitu saja. Kita lupa mengisinya dengan kebenaran, kita selalu berusaha membohongi diri sendiri dengan semangat mengejar dunia, hingga saat kita tak mendapatkannya kita menganggap Tuhan tidak adil.

Mungkin kita perlu membujuk jiwa kita lagi, bisikkan padanya..wahai jiwa maafkan aku yang melupakanmu..karena nafsuku untuk dunia, aku mengira aku membutuhkan dia, dia, dia dan dia untuk menyenangkan hidupku. Ternyata akulah yang telah meninggalkanmu, ijinkan aku kembali padamu dan mengisimu dengan keimanan agar kita merasa cukup .

Mungkin dengan jiwa yang penuh, maka pikiranpun menjadi tenang. 

Vera

In My Mind

Karya Vera  Kategori Renungan dipublikasikan 13 Maret 2017
Ringkasan
Coretan entahlah

  • Anis 
    Anis 
    13 hari yang lalu.
    andai saja

    • Lihat 9 Respon

  • agus geisha
    agus geisha
    13 hari yang lalu.
    einstein bilang, bahwa hidup seperti sedang mengayuh sepeda, harus terus bergerak agar seimbang.

    suatu ketika, saya memberikan kesanggupan kepada atasan saya agar toko akan saya buka ketika lebaran karena ustadz di kawasan tempat toko saya berada biasanya melakukan open house dan akan ramai pengunjung, atasan saya itu menjawab "harus tahu waktunya berhenti", katanya.

    dari situ saya berkeyakinan, bahwa hidup memang seperti mengendarai kendaraan, harus tahu kapan harus berhenti, itu sebabnya kita mengenal kata kontemplasi.

    i love you....eh your work....

    • Lihat 1 Respon