Aku telah sampai dimana aku mengagumimu seperti aku mengagumi perpustakaan

Aku telah sampai dimana aku mengagumimu seperti aku mengagumi perpustakaan Aku telah sampai dimana aku mengagumimu seperti aku mengagumi perpustakaan

Aku telah sampai dimana aku mengagumimu seperti aku mengagumi perpustakaan

Perpustakaan seperti kidung yang ramai

Buku buku berjejer, menembang satu satu

Huruf huruf tebalnya adalah epitaf para penulis

 

Kau, adalah lagu dengan nada yang rendah, seperti tembang atau senandung

Apapun yang telah aku dengrkan sekarang

Adalah keajaiban para pereka

 

Perpustakaan adalah tempat

Dimana suara dibekap dalam dalam

Buku buku tak selalu butuh ujaran

Melainkan bacaan

Maka di perpustakaan lebih baik hening dari pada gelap

Dan saat tak lagi ada suara

Aku akan tetap mengangumimu dalam keheningan

Dalam diam,

Aku ingin meminjam diksi para penulis

Dari buku di almari

Sebab sekarang wajahmu telah mulai berwarna sephia

 

Perpustakaan adalah tempat

Dimana kau bisa menengok masa lalu dan memandang masa depan

Dibalik meja, di samping bendala, di dekat jendela Orang orng melewati masa

 

Kau, adalah penulis, kata kata, lembar kertas, buku dan perpustakaan.

Maka setiap kali aku lahad, kau membawaku melintasi waktu.

Mempertemukanku dengan jawaban yang selalu mucul di Dekat jendela, disamping bendala dan di balik meja

 

Aku telah sampai dimana aku mengngumimu seperti aku mengagumi perpustakaan

Saat perpustakaan ditutup

Aku diam diam berhenti mengagumimu

Kemudian aku mulai merindukanmu

 

image : http://static5.depositphotos.com

Alenia

Aku telah sampai dimana aku mengagumimu seperti aku mengagumi perpustakaan

Karya Alenia  Kategori Puisi dipublikasikan 11 Maret 2017
Ringkasan
-
Dilihat 52 Kali