Hai, Sunyi.

Hai, Sunyi. Hai, Sunyi.

Hai, sunyi.

Jika aku bertemu denganmu malam ini, itu berarti waktu tidurku tersisa separuh.

Kita akan terpaksa berkelana bersama ke tempat-tempat yang tak ingin kita jejak, tapi kita beruntung karena waktu yang kita miliki begitu singkat. 

Kadang kita juga merasa malang, karena impian nyata menari-nari di depan mata, dan pertemuan ini hanya membuat kita sadar, bahwa kita tak pernah bisa jadi apa-apa.

 

Hai, sunyi. 

Jika kita bertemu lagi esok malam, itu berarti aku sedang menepi.

Aku terlalu letih melangkah, tetapi pikiranku tak ingin mengucap sudah.

Lalu kau akan melegakan tubuhmu, dan kita akan saling bersandar, memandang bintang satu persatu, dan memilihnya untuk kita simpan di saku.

Sehingga esok saat kita berpisah, tak akan padam lagi, cahaya di mataku.

 

Hai, sunyi.

Untuk malam-malam yang akan sering kita lalui nanti,

Aku ingin engkau tahu, bahwa jarak adalah murni rekaan manusia, dan waktu menjadi angka-angka tak bermakna, karena mereka terlalu sibuk menuruti hasrat dan alpa pada hakikat.

Hani Taqiyya

Hai, Sunyi.

Karya Hani Taqiyya Kategori Puisi dipublikasikan 10 Maret 2017
Ringkasan
Hai, sunyi. Apa kabar?