Sekali Waktu, Puan Maharani dan Masjid Bersejarah

Sekali Waktu, Puan Maharani dan Masjid Bersejarah Sekali Waktu, Puan Maharani dan Masjid Bersejarah

Puan Maharani, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) melakukan kunjungan ke sebuah tempat ibadah muslim Minangkabau pada 29 April 2016. Tepatnya Masjid Raya Syekh Burhanuddin yang terletak di Ulakan Tapakis, Sumatera Barat.

Kunjungan ke tempat bersejarah itu tidak sendirian melainkan ditemani Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala BKKBN Pusat Surya Surya Chandra Surapaty, Wagub Sumbar Nasrul Abit, Ketua DPRD Padang Pariaman Faisal Arifin, Kapolres Padangpariaman AKBP Rudi Yulianto, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Asisten I Setdakab Padangpariaman Anwar dan lainnya. (antarasumber.com, 29/04/2016).

Kunjungan ke tempat ibadah ini punya arti secara personal. Peletakan batu pertama pembangunan masjid kebanggaan masyarakat Minangkabau ini dilakukan oleh Taufik Kiemas, ayah Puan, pada tahun 2014. Sebagai sang anak, ada perasaan bangga secara personal untuk memastikan apa yang dimulai sang ayah itu diselesaikan. Tetapi bukan bagian ini yang jadi poin tulisan ini.

Interpretasi atas Kunjungan

Andai Puan Maharani bukan siapa-siapa, bukan pejabat publik, bukan pejabat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko), kunjungan tersebut tak jadi begitu menarik dimaknai. Tapi sebagai pejabat publik, saya tertarik memberi beberapa tafsiran.

Apa arti kunjungan sang Puan?

Pertama, Puan mengerti bahwa masjid ini memiliki nilai sejarah bagi muslim Minangkabau. Ia merupakan simbol kebanggaan dan warisan sejarah bagi perkembangan muslim di Minangkabau. Seperti dikatakan oleh Puan: “Masjid Raya Syekh Burhanuddin ini nantinya akan jadi salah satu masjid kebanggaan orang Minangkau karena di tempat inilah awal mula berkembangnya agama Islam di Sumatera Barat”, kata Puan. (antarasumbar, 29/04/2016) (http://www.antarasumbar.com/berita/175905/menteri-puan-kunjungi-pembangunan-masjid-syekh-burhanuddin.html)

Dengan memberikan apresiasi dan mendorong pembangunan masjid ini, Puan berarti mengambil peran untuk ikut andil menghargai warisan sejarah kebanggaan mereka. Kunjungan ini memiliki arti penting bagi muslim Minangkabau.

Kedua, Puan, yang seorang Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengerti bahwa masjid ini bukan sekedar tempat ibadah melainkan tempat ini juga bagian dari warisan kebudayaan. Dari masjid ini, nilai-nilai keagamaan Islam, diterima, diserap dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat lokal. Nilai-nilai normatif agama hidup dalam tingkah laku keseharian masyarakat Minangkabau, mempengaruhi cara berkehidupan mereka dan tatanan sosial mereka.

Kunjungan dan kepedulian atas pembangunan sang menteri, Puan Maharani, bisa dilihat sebagai bentuk kepedulian merawat dan melestarikan warisan nilai-nilai budaya lokal Minangkabau yang tumbuh dari nilai-nilai normatif keislaman. Masjid inilah simbolnya. Dengan merawat dan mendorong pembangunannya, Puan berarti merawat dan melestarikan nilai-nilai itu.

Ketiga, letak dari masjid ini berada dekat dengan kuburan Syekh Burhanuddin yang setiap tahunnya selalu ramai kedatangan orang-orang berziarah. Kenyataan ini mendorong Puan agar pembangunan ini masjid dibuat semegah dan seasri mungkin. Menurutnya, masjid ini sangat cocok untuk menjadi salah satu objek wisata religius umat islam mancanegara. Lingkungan sekitarnya masih asri dan alami. Itu yang akan memungkinkan pengunjung menjadi betah untuk berlama-lama berziarah ke makam Syekh Burhanuddin. (29/04/2016).

Untuk sekali lagi, Puan menegaskan pentingnya menjaga, merawat dan melestarikan tempat ibadah ini. Dan demi sebagai tempat destinasi wisata yang menarik, dia berharap keberadaan masjid ini penting:

“untuk diperhatikan yaitu perawatannya, mulai dari kebersihan, kerapian, serta keindahan. Dan kepada pengurus kita berpesan agar bisa menguasai secara utuh sejarah pendirian masjid serta makam syekh burhanuddin karena hal ini terkait dengan media promosi kita, agar orang mancanegara tertarik untuk wisata religi kesini”. (29/04/2016).

Dan, sekali lagi, apa arti kunjungan ini?

Ini artinya, Puan Maharani adalah seorang menteri yang peka untuk mendorong dan mengangkat kebanggaan identitas dan kebudayaan lokal warga Indonesia melalui pembangunan objek-objek budayaa, kekayaan-kekayaan dan kebanggaan-kebanggaan masyarakat lokal. Masjid Raya Syekh Burhanuddin di Minangkabau.

Asti Novi

Sekali Waktu, Puan Maharani dan Masjid Bersejarah

Karya Asti Novi Kategori Wisata dipublikasikan 10 Maret 2017
Ringkasan
Kunjungan ke salah satu Masjid di Aceh
Dilihat 19 Kali