Proses!

Proses! Proses!

Proses!

Banyak orang baik yang mendahului ke alam yang berbeda, banyak pula manusia baru tak berdosa terlahir dari rahim yang tak diinginkannya, tak mengenal siapa ayahnya yang bagai binatang itu. Namun bisa jadi ia adalah generasi emas, generasi baik, generasi penebar banyak manfaat bagi sekitarnya, dan bisa jadi ia mendahului ke alam yang berbeda. Hidupnya terus berjalan, tidak mengutuk masa lalu, tidak ada pikiran untuk membunuh ibunya saat mengandungnya. Sebab dia belum lahir, dan jikapun ibunya terbunuh, ia takkan pernah ada di dunia ini dan ia takkan pernah ada pikiran untuk membunuh ibunya saat mengandungnya. This is paradox. (Silakan Anda minum obat sakit kepala)

Dunia ini menakutkan. Kita adalah kita. Berdiri sendiri namun tetap hargai dari mana kita berasal. Berdiri sendiri namun bergantung lingkungan dan kawan jalan. Berdiri sendiri, tentukan alas kaki mana sebagai pijakan.

Kita. Hanya sekumpulan manusia yang mencari jalan. Bermula pada labirin, bersemangat mengikuti liku, tetiba menangis karena salah jalan, mencari kawan, dan baiknya dituntun pada jalan yang benar. Tapi tak semua manusia memiliki cerita indah di akhirnya. Kata banyak orang, "Indah pada waktunya." Waktunya? Bisa jadi di waktu awal, atau tengah, bukan akhir. Bisa jadi. Penulis skenario dunia tak dapat ditebak. Namun kita, hanya bisa terus bergerak memungkinkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Labirin mengajarkan, bukan seberapa indah kenangan, bukan pula seberapa indah harapan, yang terpenting tindakan. Kita tidak pernah bisa memesan dari mana dan dari siapa kita dilahirkan. Tidak masalah seburuk apapun masa lalu, yang terpenting indah di akhirat. Khusnul khotimah.

Masih ada waktu. Kembalilah. Bukan malah dipuaskan pada 'dosa yang indah'. Hidup dan mati kita dipengang oleh-Nya.

-Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengejarmu-

Dwiza Rizqy Utami

Proses!

Karya Dwiza Rizqy Utami Kategori Motivasi dipublikasikan 08 Maret 2017
Ringkasan
Kejarlah akhirat, maka dunia mengejarmu! :)
Dilihat 18 Kali