Kutitipkan KepadaMu

Kutitipkan KepadaMu Kutitipkan KepadaMu

By Milda Aprillya Ali

 

“Lama tak kutemui kau dirumah,mungkinkah kau sudah lupa padaku?atau mungkin kau sudah benar benar tidak mengingatku sama sekali?”celoteh ku pada album foto waktu kecilku yang sengaja aku buka ditempat tidurku karena aku memang ingin mengenang masa lalu yang begitu semerbak dalam ingatanku, sampai tak ada cara untuk melupakanmu yoga.

          Tepat pukul Setengah tujuh pagi Karin mulai berjalan menuju tempat kerjanya,Namun tiba tiba ketika diperjalanan menuju tempat kerjanya Karin melihat mobil dengan truk yang berkapasitas besar saling bertabrakan tepat didepan matanya.

          “ Tak kusangka,aku melihat sesuatu yang tak pernah aku lihat seumur hidupku,Darah bercecer disana sini!,dan lihat itu ada kepala manusia yang terpisah dengan tubuhnya,aku melihatnya dengan mata telanjang dipagi hari ini. Luar biasa, pagi yang harusnya aku warnai dengan indahnya bekerjaku tapi malah diwarnai dengan darah bercecer didepan mataku. Ouh sangat sadis dunia ini!” Gerutu Karin dalam hati yang masih saja diam dan terpaku hingga dia tak sadar bahwa disekujur tubuhnya dilumuri oleh keringat dinginnya.

          “ Mbak,mbak dibantu toh mbak,jangan diam aja ngeliatin mayat nya mbak! Teriak salah satu sopir mobil sambil tertawa ketika melihat Karin masih diam ditempat.

          “ Bukannya ngebantuin,tapi malah tertawa dan mempercepat laju mobilnya!Dasar sopir gila! “ teriak Karin kembali kepada sopir mobil tersebut, sambil memperhatikan keadaan disekitarnya Karin semakin terlihat kebingungan.

          “ Apa ini? Disini tidak ada siapa siapapun!Disini sepi, Hanya ada aku di tempat kejadian ini! Apayang harus aku lakukan? Haruskah aku lari dari tempat ini?Ya, hanya lari jalan satu satunya.jika tidak pasti aku akan dinyatakan sebagai saksi. Sedangkan pekerjaan ku dikantor masih banyak menumpuk” Celoteh Karin dan mulai melangkahkan kakinya untuk berlari menuju tempat kerjanya.

          Tapi ketika Karin mulai melangkahkan kakinya untuk berlari,Karin melihat sebuah tangan yang melambai di dalam mobil yang hancur dan terguling itu.Tanpa pikir panjang Karin yang awalnya berlari menuju tempat kerjanya malah berlari berbelok mengahampiri arah tangan tersebut.

          “t…ll..ngg” teriak korban dengan suara yang mulai terisak isak mungkin karena menahan sakit karena mobil itu terhimpit oleh truk yang berkapasitas besar.

          “Tunggu sebentar,saya akan membukakan pintu.” Ucap Karin dengan nada yang terdengar kesusahan karena pintu mobil tidak mau terbuka, sementara itu di ekor truk sudah ada percikan api.tanpa pikir panjang lagi Karin memcahkan kaca mobil tersebut dan menarik seorang pemuda dari luar kaca mobil tersebut.

          Dengan penuh susah payah Karin berusaha mengeluarkan pemuda tersebut Dengan perjuangan yang tidak sia sia, pemuda tersebut berhasil keluar dari dalam mobil. Sementara itu ketika Karin memopong pemuda tersebut untuk menjauh dari lokasi, ada mobil polisi yang baru saja sampai ditempat kejadian. Dan ada banyak warga juga yang membantu memopong pemuda tersebut.mungkin karena matahari sudah terbit jadi banyak warga yang melewati jalan ini.

          Tapi ada yang menjanggal dari pria ini, Di saku kemeja pemuda yang berlumur darah itu ada sebuah label nama bertuliskan ARWIANSYAH ANANDA YOGA. Seperti nama yang ku kenal, tapi ketika aku ingin menghampiri kembali pemuda itu. Pemuda itu dengan cepat dibawa oleh warga kedalam mobil ambulance yang datang bersamaan dengan mobil polisi tadi. Sementara disamping kiri Karin sudah ada polisi yang bertanya tentang kejadian perkara.

          “ Ouh.. sudah kuduga dari awal, pasti bakal berurusan dengan polisi.” Gumam Karin dalam hati dengan wajah yang mulai memerah karena marah,sebab pekerjaannya dikantor sedang menumpuk. Mungkin saja hanya gara gara masalah ini pak boss bakal memecat Karin,karena telah melalaikan pekerjaannya dikantor.

          Setelah semua pekerjaan yang berurusan dengan polisi selesai, Karin kembali pulang kerumah untuk mengganti baju yang berlumur darah, masih ingat dalam benak Karin darah ini adalah darah para korban yang kepala dan seluruh badannya hancur.

“ Mengerikan..tapi pemuda yang aku tolong tadi sepertinya aku mengenalnya. Ahh sudahlah lebih baik aku pergi kekantor dan menyelesaikan semua pekerjaanku yang terbengkalai, semoga saja pak boss tidak memarahiku karena datang pukul setengah tiga sore.” Rintih Karin yang dari tadi cemas akan pekerjaannya.

                                                ------

          Dikantor pak boss ternyata sudah mendengar semua cerita tentang Karin , dan syukurlah pak boss malah memberikan tambahan bonus pada gaji Karin Karena sudah berbaik hati membantu orang yang sedang kecelakaan. Diluar dugaan memang.

          Sampainya dirumah, Karin sudah disuguhi dengan tamu nya yang berpakaian polisi.

“Bukan kah bapak polisi yang tadi saya temui dikantor polisi? Ada apa malam malam begini kerumah saya? Apakah saya akan bapak tangkap karena telah berbohong? Tapi saya tidak berbohong mengenai kejadian itu. Saya menceritakan semua yang saya lihat” ucap Karin dengan nada yang meninggi karena ketakutan.

“Maaf Nyonya, kami sudah mengganggu malam malam begini, kami kesini bukan ingin menangkap nyonya tapi kedatangan kami kesini karena kami ingin memberikan sesuatu kepada Nyonya.” Ucap salah satu anggota polisi yang terlihat senyum senyum sendiri melihat tingkah Karin yang sangat lugu dan lucu.

“Apa Ini?” ucap Karin ketika mengambil barang yang diberikan oleh bapak polisi ini.

“ Itu adalah pemberian dari pemuda yang Nyonya bantu di lokasi tadi pagi. Disana juga sudah ada surat buat Nyonya,silahkan nyonya baca saja didalam rumah. Kami juga ingin pamit karena hari sudah sangat larut malam. Jika Nyonya butuh bantuan kami silahkan hubungi nomor yang ada di body mobil kami.” Ucap anggota polisi tersebut.

“Baiklah” rintih Karin kepada polisi tersebut yang masih bingung dengan benda dalam tas kecil pemberian pemuda yang tak dikenal.

         Didalam rumah Karin membuka isi surat tersebut. Didalamnya tertulis..

Karina fitria.. aku lupa ingin menyematkan kata terima kasih pada jalan pulangmu tadi,aku hampir tak berdaya. Terima kasih sudah membantuku hidup walau hanya delapan jam nafasku mampu bertahan. Aku kembali datang untuk menemuimu, aku datang bersama dengan orangtua ku, aku ingin datang untuk menepati janji diayunan dulu bersamamu.aku ingin meminangmu sahabatku. Sahabat kecilku.. maaf telah pergi tanpa memberi kata perpisahan padamu dulu,maaf aku meninggalkan mu sendirian diayunan taman dekat rumahmu. Umur tujuh tahun kau mengajarkanku bagaimana caranya tidak sedih ketika terjatuh. Kau tau? ketika beranjak dewasa aku mulai sadar bahwa kau membuatku jatuh pada kasih dan cinta pertamaku.kau cinta pertamaku. Maaf aku harus pergi waktu itu,karena aku harus mengejar semua impianku dinegeri orang..

Tapi kini aku kembali, kembali dengan cerita yang sadis. Maaf kalau aku pergi untuk kedua kalinya,maaf jika aku juga sempat lupa untukmengucapkan kata perpisahan padamu. Caraku untuk menepati janjiku hanya dengan menitipkan tasbihku kepadamu agar kita kelak bertemu disurga.

Tangis Karin semakin menjadi-jadi ketika membaca surat yoga

Kau sahabat kecilku,terima kasih sudah pernah hadir dihidupku dan mengukir segala mimpi mimpi indah bersamaku. Maaf jika aku pergi tanpa berpamitan padamu. Semoga saja kau ingat padaku setelah sekian lama aku tidak berjumpa padamu.~~ARWIANSYAH ANANDA YOGA.

Setelah Karin membaca surat itu, Karin mencoba menelpon kantor polisi yang tadi Ia temui.Dan menanyakan keberadaan yoga sekarang.

“Arwiansyah ananda yoga sudah meninggal dunia pukul 15.25wib tadi sore dan jenazahnya beserta jenazah ayah, ibu dan kedua adiknya sudah dikremasi oleh keluarganya disurabaya” ucap polwan dibalik telepon tersebut.

 

---------

         

Milda Aprilya

Kutitipkan KepadaMu

Karya Milda Aprilya Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 07 Maret 2017
Ringkasan
Kau sahabat kecilku,terima kasih sudah pernah hadir dihidupku dan mengukir segala mimpi mimpi indah bersamaku. Maaf jika aku pergi tanpa berpamitan padamu. Semoga saja kau ingat padaku setelah sekian lama aku tidak berjumpa padamu.~~ARWIANSYAH ANANDA YOGA.
Dilihat 41 Kali