LOVE OF THE LIGHT-eps. 04

LOVE OF THE LIGHT-eps. 04 LOVE OF THE LIGHT-eps. 04

Love And Story

~Surat dari Kekasih~

 Pagi Pun menjelang, rintik hujan menghiasi taman bunga dipekarangan Kontrakan siska. Namun, Suara nafas dan flu terdengar dari atas ranjang. malam itu merupakan malam yang paling menyedihkan, sesudah pergi dari orang-orang jahat dan polisi, kami harus duguyur hujan deras yang dampaknya siska harus tidur sementara waktu dikamarnya.

“kamu mau aku ambilkan sesuatu sis”

“Hacim, boleh. Aku mau makan bubur sop terasi”

“Apa, bubur Sop terasi”

“iya, kayanya flu ama demamku bakal sembuh, kalo kamu masakin aku bubur itu”

“yah….apa leh buat neh”

“hehehe”

Bubur sop terasi adalah kuliner labuan yang sangat khas dan enak untuk dinikmati, cara membuatnya juga sangatlah mudah, kita memerlukan sayur-mayur dan air pindang ikan tongkol, diteruskan dengan terasi yang dibubuk sampai hancur, kemudian ditaroh didalam mangkok untuk dihidangkan secukupnya. Bubur ini disajikan disiang hari. Dikampungku sangat banyak orang yang menjualnya, selain nikmat harganya juga ekonomis.

“Sudah jadi”

“asiek, asiek, loh kok cuma satu”

“aku masih kenyang sis, kamu aja yang makan yah”

“enggalah, kalo kamu gak makan aku juga gak bakalan makan”

“kamu kaya anak kecil aja”

Aku tak ingin membuat siska kecewa, ku ambil makuk dan kutuang bubur sop yang masih hangat dimeja dekat sisika terbaring. Dan kamipun makan bersama, aku selalu teringat hari dimana kami makan bubur sop teh enjuh, seorang pedagang bubur khas labuan, saat itu aku dan siska masih berusia 12 tahun, kami masih Sekolah Menengah Pertama.

Masih teringat dibenakku, dia hadir diantara kami. Pria yang sealalu ku tunggu dan kunanti kedatangannya.

Hari itu kami memang masih lugu, dia hadir disampingku untuk menikmati es Cendol buatan teh enjuh, kehadirannya membuat jantung serta raga ini tak karuan. Aku tak dapat menahan detak jantung yang berdenyut kencang, mungkin ini cinta, ataukah hanya sesuatu yang bisa dirasakan oleh hati saja. Entahlah, aku juga tak tahu harus berkata apa. Yang pasti begitu terasa dekat.

Waktupun sangkat singkat, dia tidak tau bahwa aku memperhatikannya. Dia hanya tersenyum kepada kami tanpa berucap sesuatu, sehingga membuatku penasaran. Dan..!

“Woy Patung pancoran” teriak siska dekat telingaku

“ara….” aku terkejut sampai-sampai bubur sop yang ku pegang jatuh ke selimbut siska

“adaw, panas jenong”

“maaf, maaf banget sis”

“udah, ambil selbet,”

“iya..cadel”

“kamu ini, tiap detik aja suka ngelamun dan senyum-senyum gak jelas, mikirin apa seh?”

“mikirin apa yah.. gak tau sis”

“nih” siska memberikan aku sepucuk surat.

“What,.”

“yaps, buka aja. Ini surat tahun lalu. Sory bell, aku gak sempet memberikannya ke kamu, tahun lalu jadwalku sangat padat, aku harus bulak balik eropa, jadi maaf yah.”

“iya aku tau. Kamu itu super sibuk. Memangnya surat apa sis?” bella terlihat bingung.

“udah baca aja” tutur siska sambil memberikan kacamataku yang diatas meja meja dekat rak buku.

Kamar siska memang luas, didalamnya terpajang poster-poster bola dan poster band-band Pop Indonesia, siska juga penggemar bola, klub kesayangannya adalah AS. Roma dengan bintang utama yaitu fransisco Toti asal Italia.

Dia suka club asal itali itu, ketika AS. Roma melakukan Tuor bola ke Indonesia dengan laga persehabatan. As. Roma lebih unggul dari timnas. Namun berkat pertandingan bola tersebut siska sadar kempuan klub-klub eropa tidak bisa dainggap lemah, mereka maju diberbagai bidang, Dari teknologi, pendidikan sampai dengan olah raga, tetap yang terbaik.

Poster pemain Indonesiapun tidak luput dari pandanganku, kulihat poster timnas terpajang di samping poster As. Roma. Salah satu pemain Indonesia yang siska idolakan adalah Bambang Pamungkas, pemain senior yang membuat hati fansnya selalu optimis bahwa Tim nasional akan maju dan berkembang kekancah dunia. “Semoga saja.!”

Tidak hanya itu siska pernah menjadi mis bola untuk mewakili As. Roma datang ke Indonesia. Dia menjadi ketua regu pramugari Liga Persahabatan.

Dan klub itupun sangat dimanjakan dengan Pelayanan yang dilakukan oleh siska dan masakapai Indonesia.

Berbagai buku juga menghiasi Lemarinya, mulai dari buku kanak-kanak samai dengan buku remajapun tak kasat oleh mataku. Walaupun siska seorang pekerja sibuk, diwaktu senjangnya dia selalu menyempatkan waktu untuk membaca buku.

kegemerannya membaca buku sangat terlihat Sewaktu SMA, semua buku teman-temannya dia pinjam dan tidak dikembalikan lagi.

“Hayo…mikir macem-macem yah” siska menatapku sambil mencubit pipi.

“Ara…sakit tau”

Akhirnya ku buka surat tersebut, lembaran kertas dengan tulisan laitin mewarnainya, yang ternyata datang dari seorang pria yang ku damba setiap saat. Dan bertuliskan :

____________________

To. Bella Okta Anggraini

Jakarta, 02 Desesmber 2012

 Nyanyian rindu tersirat dibanakku, ku rasakan kesepian tiada tara dalam jiwa dan ragaku, aku khilaf atas semua kesalahan yang aku lakukan padamu. entah darimana aku harus menulis kata maaf ini. namun yang mebuat aku yakin pada jalan cinta padamu. aku sadari bahwa cinta itu tidak harus memiliki untuk bahagia, dan aku tidak mau memberikan rasa sakit yang selalu membayangi setiap nafas dari kasih yang menungguku. aku tau engkau selalu menunggu lantutan puisi dibalik pelangi. pelangi ini bukan yang dulu, bukan pelangi yang selalu menemanimu setiap saat, bukan juga yang indah nan menghiasi senyum bibir manismu setiap detik. Tapi pelangi ini adalah pelangi yang mebuatmu mengis dan memberikan rasa sakit yang teramat dalam.

Namun, engkau selalu menjadi rembulan dimalamku, dan engkau selalu menjadi cahaya mentari dipagiku, yang meberikan semangat kepada embun disekitar daun-daun yang berjatuhan. ku tau engkau sangat mencintaiku. Tapi cukup. Jangan mebuatmu terpuruk dalam nuansa cinta yang begitu dalam. ada satu hal yang membuatmu harus menerima sebuah jalan kehidupan. kita tidak mengetahui cinta itu berakhir dimana. mungkin air, api, angin ataupun disebuah kenangan indah yang menghisai jalan cinta dikegelapan malam. atas nama cinta, sudihlah engkau melupakanku untuk selamnaya.

 

Semoga Engkau Bahagia.

Farel

________________

 _Aku berlinang air mata saat membacanya, tak ku sangka raga jiwa ini seperti kertas yang jatuh diair keruh dan terbawa aliran sampai keujung karang dilautan. Mengetahui keadaanku siska langsung memeluku dengan erat, hangat dan nyaman membuatku semakin terjaga.

“cup..cup..manis” canda siska

“maaf yah”

“kenapa minta maaf bell”

“aku selalu ragu pada jalan cintaku ini sis, aku kira kiat semangat cinta bisa membawa pada kebahagian”

“kamu harus tegar bell”

“setegar apapun wanita, pasti akan merasakan rasa sakit juga sis”

“iya, tapi jalan Cinta kita masih panjang”

“emm…” aku tak mampu berucap

Kulihat mata siska bersinar terang dan kepalan tangannya menunjukan tekad sejati yang kuat sebagai seorang wanita. Siska memberikanku kekuatan sejati dan dia selalu mengatakan kepadaku bahwa kebahagian itu bukan untuk menyakiti dan disakiti..... (Bersambung ke Episode selanjutnya)

***

HENKIS MAO

LOVE OF THE LIGHT-eps. 04

Karya HENKIS MAO Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 07 Maret 2017
Ringkasan
Kulihat mata siska bersinar terang dan kepalan tangannya menunjukan tekad sejati yang kuat sebagai seorang wanita. Siska memberikanku kekuatan sejati dan dia selalu mengatakan kepadaku bahwa kebahagian itu bukan untuk menyakiti dan disakiti.
Dilihat 30 Kali