Toleransi Ala NU

Toleransi Ala NU Toleransi Ala NU

Toleransi Ala NU

Nata'āwan 'alā Mā Ittafaqnā wa Natasāmah alā Mā Ikhtalafnā.(Saling support dalam hal-hal yang disepakati, dan bertoleransi dalam hal-hal yang diperdebatkan).

Ucapan bijak senada, konon di ucapkan oleh al-Imām as-Syahīd Hasan al-Bannā proklamator gerakan Islam Ikwānul Muslimīn (IM) yang hingga hari ini masih lestari bahkan pengaruhnya hingga Indonesia.

Semua Ormas Islam punya konsep toleransi, namun diungkapkan dengan bahasa yang beragam. Sebagai contoh dua Ormas Islam terbesar di Indonesia Muhammadiyah (MD) dan Nahdlatul Ulama (NU).

MD misalnya, sangat anti  dengan Ashābiyah (fanatisme) apalagi sampai Taqlīd al-A'amā (taklid buta). MD tidak menganut tunggal Mazhab, karena tidak ada Mazhab paling "Wah", paling benar, dan tanpa kelemahan, perlu ada "Tarjīh" sebagai usaha memilih yang paling mendekati kepada "kebenaran".

MD juga tidak mengenal kultus tokoh, siapapun Ustadznya harus dihormati, karena keilmuan agamanya, bukan karena dia sosok pari purna tanpa cela. MD menterjemahkan sikap toleransi dengan sikap mereka tidak bermazhab dan tidak fanatik Kiyai, Ustadz, Tuan Guru dan sejenisnya.

NU lain lagi, sangat tawadhu, sehingga "ketawadhuan" tadi di unggkapkan dalam sikap beragama taat kepada satu mazhab dan penuh kepercayaan manut (Sami'nā wa Atha'nā) pada tokoh internal. 

NU mengungkapkan toleransi dalam istilah Wasathiyah/Tawassuth. Yang ditangkap dari makna Wasathiyah/Tawassuth adalah, bahwa NU itu bersikap tengah-tengah, tidak terlalu keras dan tidak juga lemah, tidak miring kanan dan tidak miring kiri, NU itu proporsional dalam segala hal.

Pembubaran ceramah UKB oleh Anshor Sidoarjo (http://www.nu.or.id/post/read/75865/ini-penyebab-ceramah-khalid-basalamah-ditolak-di-sidoarjo-) boleh jadi dinilai intoleransi dari kacamata lain (baca: http://dakwahmuh.com/1799-2/) , namun boleh jadi pembubaran tersebut masih dalam koredor toleransi ala NU, karena masih mencerminkan NU yang Wasathiyah, setidaknya dalam pandangan internal NU. Wallāhu Aa'alam bis Shawāb.

 

Zainal Hakim

Toleransi Ala NU

Karya Zainal Hakim Kategori Catatan Harian dipublikasikan 06 Maret 2017
Ringkasan
Nata'āwan 'alā Mā Ittafaqnā wa Natasāmah alā Mā Ikhtalafnā.(Saling support dalam hal-hal yang disepakati, dan bertoleransi dalam hal-hal yang diperdebatkan).
Dilihat 170 Kali