Ibu, Istri, dan Wanita-Wanita Perkasa

Ibu, Istri, dan Wanita-Wanita Perkasa


Kumpulan Sajak Tentang Ibu, Istri, Wanita-Wanita Perkasa, dan Bakti Untuk Mereka

Kategori Puisi

122 Hak Cipta Terlindungi

Kursi Goyang, Pintu Tua, dan Kenangan yang Tak Sempat Di Panen

Kursi Goyang, Pintu Tua, dan Kenangan yang Tak Sempat Di Panen Kursi Goyang, Pintu Tua, dan Kenangan yang Tak Sempat Di Panen

Sore itu aku pulang, setelah tertatih di tanjakan dan turunan belantara hidup.

Ku seret langkah menuju rumah Bunda, tempat kenangan bisa dipanen kapanpun dan dimanapun disetiap sudutnya.

Tempat yang halamannya terkubur ari-ari penghubung kasih Bunda di alam rahim.

Sore itu aku pulang.

 

Kursi goyang di teras menghardik, " Hei... darimana saja kau!!!! Bertahun dia menatap ke jalan itu dengan mata berlinang."

"Darimana saja kau!!!!"

Aku gemetar. Kursi bergoyang. Kosong.

Angin sore berhembus pelan. Dingin.

 

"Hei...darimana saja kau!!!" Pintu tua berdecit, berteriak. Telingaku berdenging.

"Bertahun si tua itu menunggu disini, darimana saja kau!!!"

Pintu tua. Dinding berjaring laba-laba. Lantai penuh debu.

Dadaku sesak.Penuh.

 

Aku termenung.

Tergugu.

Tanpa kata.

Bunda juga.

 

Bunda... Aku pulang. Ayo kita bercerita.

Bunda... Aku pulang. Mari kita panen kenangan-kenangan kita yang sudah menguning.

Bunda... Aku pulang. Jangan diam Bunda, jangan.

Bunda... Maaf aku terlambat pulang.

 

 

 

 

 

Bangga Surya Nagara

Kursi Goyang, Pintu Tua, dan Kenangan yang Tak Sempat Di Panen

Karya Bangga Surya Nagara Kategori Project dipublikasikan 02 Maret 2017
Ringkasan
Bunda... Maaf aku terlambat pulang.
Dilihat 33 Kali