Catatan Secangkir Kopi Hitam

Catatan Secangkir Kopi Hitam


Kumpulan inspirasi yang terinspirasi dari secangkir kopi hitam. Tulisan tentang apapun yang muncul di pikiran dengan target 100 catatan. Abaikan alurnya nikmati saja. Masih dalam proses belajar menulis maafkanlah jika ada kesalahan dalam penulisan.

Kategori Acak

178 Creative Commons (CC) Atribusi

Jeda | Day # 9 CSKH

Jeda | Day # 9 CSKH Jeda | Day # 9 CSKH

Pagi ini saat jarum jam masih menunjukkan angka 7 lebih sedikit saya tengah berada di hiruk pikuknya jalan. Padahal hari ini hari bukan Senin yang menurut teori primbon nan kuno hari ini bebas dari yang namanya berjemur ria di jalanan. Tiba-tiba, dengan kecepatan kurang lebih hampir sama dengan iklannya sepeda motor jupit** mx yang bisa bikin badai puting beliung, seorang pengendara memacu kendaraannya dengan pedenya.

Padahal menurut saya seharusnya ia tidak lupa mencucinya dulu biar kepedeannya jadi pantes. Dan ternyata ia tidak sendirian, beberapa menit kemudian muncullah para pembalap-pembalap yang tidak terdaftar di nomor urut balapan pagi tadi. Hampir dari kita. Semoga dugaan saya benar.

Seringkali memacu kendaraan, memacu diri pribadi, lebih cepat, lebih giat, lebih pagi, dan lebih-lebih yang lain sambil bermimpi mencapai target yang sudah kita susun. Kita memacu diri kita sampai-sampai waktu terasa begitu cepat berlalu.

Perasaan kita baru saja melihat jarumnya di angka 8, eh tahu-tahu sudah jam setengah lima sore. Perasaan kita baru saja melingkari tanggal 1 di kalender, eh tahu-tahu sudah tanggal 25 waktunya ngecek rekening. Waktu berlalu begitu cepatnya. Dan kita terus berlari sekencang mungkin, menghindari untuk disalip dan menyalip orang lain. Siapa cepat dia dapat. Siapa duluan dia adalah pemenangnya.

Motivasi-motivasi dari para motivator terus terngiang di kepala kita.

Tetapi, sampai suatu saat itu terjadi. Tiba-tiba bibit pohon mangga sebelah rumah sudah menjadi pohon yang berbuah dan siap dipanen. Tiba-tiba, anak kecil yang biasanya terdengar suara tangisannya di depan rumah, beranjak menjadi sesosok pemuda yang tingginya hampir menyamai kita.

Saat kita memacu kendaraan di pagi hari, pernahkah kita memperhatikan mereka semua? Segalanya tiba-tiba sudah berubah. Jangan-jangan nenk tua yang berada 100m dari rumah kita yang biasanya tiap pagi memperhatikan kita lewat di depan rumahnya sudah tiada lagi?

Ah, begitu cepatnya waktu berlalu sampai-sampai kita tidak menyadari sudah berapa uban yang lahir dan jatuh. Saat kita mulai menyadari kita terlalu cepat dan terlalu menekan diri sendiri, seharusnya secangkir kopi hitam dan sepiring pisang goreng bisa menjadi JEDA kita sesaat.

Jeda yang membuat kita lebih mawas diri. Jeda yang membuat kita membuka pandangan lebih luas. Jeda yang membuat kita bisa menyapa tetangga sebelah kanan-kiri rumah kita. Jeda yang membuat senyum si nenek terlihat sangat jelas dan anda ikut merasakan semangat yang meskipun perlahan memudar.

Jeda yang membuat kita menjadi seorang manusia lagi.

Manusia yang menyadari kemanusiaannya.

Selamat menikmati 'jeda' bersama secangkir kopi kawan..

Muchsin  Ridlo

Jeda | Day # 9 CSKH

Karya Muchsin  Ridlo Kategori Project dipublikasikan 27 Februari 2017
Ringkasan
Tentang secangkir kopi hitam yang membuat pelarian anda lebih menyenangkan.
Dilihat 17 Kali