Selepas Kepergianmu (Aku Pergi,dengan Kecewaku)

Selepas Kepergianmu (Aku Pergi,dengan Kecewaku) Selepas Kepergianmu (Aku Pergi,dengan Kecewaku)

Yang ku tahu setelah hujan, pasti ada pelangi. Tapi ternyata pernyataanku kurang tepat. Tak setiap hujan selalu ada pelangi yang kemudian datang. Seperti hujan sore ini.

Iya, sore ini setelah hujan reda, tiba tiba ia deras kembali, mengalirkan semua air yang keluar dari kenangan kenangan yang baru saja di pecahremukkan. Sayangnya air nya tak sampai mengalir ke ulu hati. Ia hanya membendung lalu akan segera ku buang langsung ke suatu tempat yang tak akan aku temukan lagi. Maksudku sudah. Sudah kubuang.

**

Suatu pagi aku dengan iseng add fesbuk kekasihmu. Aku tak berniat apapun, apalagi sampai niat jahat untuk mengganggu hubunganmu. Aku hanya ingin memastikan bahagianya dia dan kamu. Hanya ingin butuh hiburan, dan menguatkan usahaku melupakanmu, itu saja.

Kekasihmu, musik favoritenya satu genre  dengan musik favoriteku. Dia shalehah, aku tegaskan dia wanita shalehah. Perkenalan awal kita dia berikan kesan yang baik. Dengan salam yang ramah, aku suka.

Kekhawatiranku semakin berkurang, orang yang kamu dapatkan lebih baik dariku. Aku ikut bahagia. Dia begitu baik, aku sangat percaya dia orang baik. Aku pastikan dia yang terbaik untukmu. inshaAllah.

Sore di hari yang sama, tiba sebuah chat darimu cukup membuat aku sesak. Sangat sangat begitu sesak. Sebelum aku buka, aku pikir kamu akan mengucap kata “pamit” yang terlupakan kemarin sore. Nyatanya jelas kau terang terangan berkata kasar, jelasnya berkata yang menyakitkan. Cukup menyakitkan.

Kau bilang “Jangan ganggu idup oranglain”. Aku bahkan tak sempat mengira bahwa pikiranmu sependek ini. Bukankah kamu pantas mengatakan ini, ketika hubunganmu dan dia memang benar benar aku rusak.

Maaf, aku wanita. Aku faham perasaan wanita, siapapun ia apalagi yang sebegitu shalehahnya, tak berani aku berkata yang menyakitkan hatinya. Aku tak sampai pada pemikiran mengganggu hidupmu.hidup kalian.  Bahkan selama ini pun, aku memilih membisu bukan? Dan kamu yang terang terangan mengganggu pikiranku dengan sebuah perpisahan tanpa pamit.

Aku biarkan air mataku mengendap lebih lama pada kelopak mata bawahku, tak biarkan ia menetes dengan mudah, karena pada akhirnya aku tak rela membiarkan air mataku jatuh karenamu,kali ini. Untuk kesekian kalinya.

Aku balas chat mu, sebagai kalimat penutup dari cerita kita,kataku padamu waktu itu “Tak mengatakan apa apa, tak mengganggu hidup siapapun”.

End chat.

Delete contact.

Pada akhirnya selepas kepergianmu, akupun pergi dengan ikhlas yang kadang memang harus dipaksakan.

Kemudian kali ini sebagai pamitku padamu, aku dengan terpaksa harus mengatakan “Aku menyesal telah mengenalmu”. Maaf.

Semoga tak sampai kekasihmu, suatu hari mengatakan hal yang sepertiku. Sekian.

 

 

19:51

Di sebuah kamar, dengan tak ada sedikit rindupun yang tersisa.

 

senyuman sijingga

Selepas Kepergianmu (Aku Pergi,dengan Kecewaku)

Karya senyuman sijingga Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 27 Februari 2017
Ringkasan
Pada akhirnya selepas kepergianmu, akupun pergi dengan ikhlas yang kadang memang harus dipaksakan.
Dilihat 68 Kali