Aku, kamu dan imajinasiku tentangmu

Aku, kamu dan imajinasiku tentangmu Aku, kamu dan imajinasiku tentangmu

Sepertinya aku butuh kopi, gumamku dalam hati. Waktu sore menjelang senja ini selalu menjadi waktu rawan-rawan mengantuk.

Setelah mengenakan jaket, aku berjalan keluar. Tadinya aku hanya akan memilih salah satu kopi di mesin minuman otomatis itu, tapi setelah aku pikir-pikir, ada baiknya aku berjalan sedikit ke depan gerbang sana. Selain akan lebih banyak pilihan, aku bisa sedikit refreshing dari deadline yang tak berujung ini.

Angin sore ini lumayan kencang, sepertinya musim akan segera berganti. Aku pasang headset dan mendengarkan streaming salah satu radio di Jakarta. Heeeh? Kenapa muternya lagu Sherina?

Kau buat aku bertanya, kau buat aku mencari, tentang  rasa ini, aku tak mengerti...

Begitu penggalan lirik lagunya. Seketika, pikiranku kembali menuju kamu. Kamu  yang belakangan ini selalu aku  jadikan bahan obrolan dengan temanku.

Awalnya, kami memulai candaan itu secara tidak sengaja. Aku dengan imajinasiku dan dia dengan imajinasinya. Seperti orang rindu mencicipi rasa jatuh cinta, lalu memaksakan untuk mewujudkannya lewat imajinasi tentang kebaikan-kebaikan kamu padaku, yang sebenarnya itu tak lebih dari hal biasa saja. Aku tau ini tidak adil buatmu, maafkan aku.

Dan kamu tau? Sepertinya Tuhan menghukum aku.  Entah bila semua ini bermula. Kamu mulai masuk dan menjajah pikiranku. Aku bertanya, bagaimana bisa?

Mendadak, aku tak mampu membedakan. Ini murni karena itu memang tugasmu untuk membantuku, atau apa yang aku imajinasikan menjadi sungguhan. Percayalah, dengan sekuat tenaga dan mengerahkan segala logika aku  ingin kembali kedunia nyata. Saat ini juga!

Bagaimana tidak? Aku mulai bertanya bila kau tak tiba. Aku selalu menunggu kau menyapa. Aku menjadi lebih bersemangat setelah kau bercanda. Sungguh, ini gila!

Aku tiba di minimarket itu, memilih kopiku, dan beberapa cemilan untuk teman bekerjaku. Setelah membayar, aku berjalan menuju pintu keluar sambil memegang kaleng kopi yang hangat tadi. Dan betapa kagetnya aku di depan pintu  aku melihat sosokmu dengan senyum khas itu, lalu menyapaku! 

Sungguh aku tak kuasa! Katakan, aku harus kabur kemana? Hahh?

 

 

Farrah Hanum

Aku, kamu dan imajinasiku tentangmu

Karya Farrah Hanum Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 27 Februari 2017
Ringkasan
Bagaimana tidak? Aku mulai bertanya bila kau tak tiba. Aku selalu menunggu kau menyapa. Aku menjadi lebih bersemangat setelah kau bercanda. Sungguh, ini gila!
Dilihat 63 Kali