Para Pengingat Diri

Para Pengingat Diri Para Pengingat Diri

Kalimat-kalimat itu pada awalnya saya lahirkan sebagai pengingat diri, namun saya malah pergi. Andaikan mereka memiliki dua tangan yang berfungsi laiknya manusia normal, saya pasti sudah lebam dihantam sana-sini, atau bisa jadi saya justru ditikam pedang panjang. Belum cukup mereka berdemo, datang lagi para potret. Andaikan para potret juga memiliki dua tangan, pipi saya pasti sudah memerah ditampar kanan-kiri.

Kepada tulisan-tulisan yang dilahirkan ketika saya masih waras, juga kepada potret-potret yang kebanyakan tidak dikehendaki adanya, saya mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah mengingatkan saya di masa sekarang. Saya malu. Saya benci.

Salam,
Saya yang sedang merindukan saya.

Annisa Dwinda

Para Pengingat Diri

Karya Annisa Dwinda Kategori Catatan Harian dipublikasikan 26 Februari 2017
Ringkasan
Kalimat-kalimat itu pada awalnya saya lahirkan sebagai pengingat diri, namun saya malah pergi.
Dilihat 22 Kali