Empat Tips Hasilkan Fiksi Kritis Menggigit

Empat Tips Hasilkan Fiksi Kritis Menggigit Empat Tips Hasilkan Fiksi Kritis Menggigit

Kami menulis konten edisi kali ini dengan mengambil inspirasi dari novel laris berjudul ‘The White Tiger’ karangan Aravind Adiga. Menariknya, novel ini merupakan buku debut si penulis yang memenangkan penghargaan sastra bergengsi, Man Booker Prize ke-40, pada 2008, tahun yang sama novel ini terbit.

Buku ini layak sekali dijadikan rujukan bagi kawan inspirator yang tertarik menulis fiksi berdasarkan keresahan sehari-hari, mimpi konyol sekaligus menyuarakan protes dan kritik terhadap siapa pun dan apa pun. Yuk langsung disimak berikut ini:

  1. Mengambil tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita

Aravind Adiga mengangkat tokoh utama bernama Balram Halwai, seorang anak miskin yang berupaya sedemikian rupa agar dirinya terbebas dari jerat kemiskinan. Alur cerita pun mengalir mengikuti usaha dia bertahan hidup di New Delhi lalu Bangalore, India.

Keuntungan menulis cerita berdasarkan hal nyata, yang bahkan dialami oleh penulis sendiri dan kebanyakan orang, menjadikan fiksi seperti memberi panggung bagi pembaca. Walhasil, pembaca akan merasa ia berada dalam cerita tersebut. Jadi bagian darinya, entah sebagai tokoh utama atau bukan.

  1. Jangan ragu menulis aspek cerita yang sepertinya ‘tidak mungkin’ terjadi dalam kehidupan nyata

Aravind menambahkan ‘plot twist’ tak biasa dalam ‘The White Tiger’ dimana Balram Halwai bisa melenggang dari dakwaan pembunuhan dan membuka usaha taksinya sendiri dengan mencuri dan menyuap polisi.

Sebab menulis fiksi yang kelewat riil bisa membuat alur bisa ditebak plus membosankan maka beranilah menciptakan alur aneh dalam ceritamu. Mungkin ada yang akan mendebat, membantah keputusanmu ini tetapi begitulah seni fiksi. Siapa pun boleh menulis angan ke dalam tulisan dan membuatnya jadi bahan perbincangan pembaca.

  1. Habis-habisan menuangkan kritik dan protes

Aravind yang berlatar belakang seorang wartawan benar-benar sadis mengungkap kebobrokan kepolisian dalam cerita ini. Pemasukan adegan Balram yang menyuap polisi agar terbebas dari tuduhan pembunuhan majikannya sendiri lalu Balram yang melenggang tak tersentuh hukum setelah mencuri kepunyaan majikannya menjadi bukti boroknya hukum di negara tersebut.

Selama memang sudah jadi hal yang banyak orang tahu, tiada mengapa kamu memasukkan kegelisahan berdasarkan yang kamu alami sendiri. Tema, seperti korupsi, lemahnya penegakan hukum, ketidakberdayaan masyarakat miskin dalam banyak aspek, sudah menjadi hal yang lumrah dibahas oleh penulis fiksi. Tinggal disesuaikan dengan alur yang memang kalian persiapkan sebelumnya.

  1. Menyisipkan humor menggelitik dan satir

Novel ini banyak mengangkat keanehan gaya hidup orang kaya di mata orang semiskin dan sepolos Balram. Ada kutipan yang mengena: Mimpi orang kaya dan orang miskin memang tidak akan pernah berbenturan, kan? Orang miskin bermimpi ingin cukup makan dan terlihat ingin seperti orang kaya. Lalu mimpi orang kaya? Kurus dan terlihat seperti orang miskin.

Tips yang terakhir ini lebih terkait dengan gaya tutur yang akan jadi tantangan tersendiri buat yang terbiasa menulis serius. Tetapi jika bisa menuangkan sindiran mengenai fenomena yang dinilai nggak penting, seperti mati-matian berjuang biar terlihat kerempeng seperti yang dilakukan orang di kota besar saat ini, melalui guyon segar pasti akan membuat fiksi kalian sangat menjual di mata pembaca.

Mau coba?

Redaksi inspirasi.co

Empat Tips Hasilkan Fiksi Kritis Menggigit

Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian dipublikasikan 24 Februari 2017
Ringkasan
Mari disimak tips menulis cerita, yang meski rekaan tetapi pedas dan menggigit di hati pembacanya.