Dimana Alarm Inspirasi kita ?

 Dimana Alarm Inspirasi kita ?  Dimana Alarm Inspirasi kita ?

“ Teh ayoo nulis lagi dong tulisan inspiratifnya “

“ Tifuun kemana aja kok jarang nongol di FB “

“ Teteh kangeen …”

“ Teteh kemana aja “

Kurang lebih itulah kata-kata yang saya dapatkan hampir sebulan ini. Mendapatkan kalimat seperti itu saya benar-benar tersadar rupanya saya sudah meninggalkan dunia tulis menulis, apdet , dan lettering cukup lama. 1 bulan.  Dan saya pun merenung mungkin itulah yang menjadikan diri saya selama satu bulan ini bukan diri saya. Terlalu banyak kebahagiaan dan kenikmatan, hingga sebutan yang paling cocok dengan saya adalah Trapped in Comfort Zone. Siapa yang tak merasa bahagia memiliki pasangan hidup ? Secara 20 tahun menjaga diri, dan Alhamdulillah Allah berikan pasangan hidup yang luar biasa.

Namun, rupanya diri saya merupakan pribadi yang lemah. Terlena akan kebahagiaan, hingga lupa banyak orang yang memiliki hak atas saya. Hak atas secuil pemikiran saya yang harus saya bagikan. Juga lupa akan kewajiban saya untuk menyampaikan kebaikan meskipun hanya satu ayat. Saya ingat-ingat kembali. Apakah sebulan ini saya sudah menyampaikan satu ayat ? Achh… Latifah kamu memang bodoh. Bahkan satu ayat pun rasanya belum. Hanya kata-kata kosong dan update kekonyolan. Berkali kali Allah mengingtkan saya . Mulai dari chat, hingga tak sengaja seorang teman mengutip tulisan saya satu tahun yang lalu yang sebenarnya sedang menyindir kondisi saya saat ini. Secara tersirat dia mengatakan dia terinspirasi dengan tulisan saya. Namun setelah membaca post-nya rasanya saya sangat tertampar. bagaimana tidak ? Saya benar-benar tipe manusia yang tertera dalam tulisan tersebut . (red: Very Bad Personilty)

Dan saat menulis ini, saya benar-benar sadar bahwa kegelisahan saya dalam hati paling dalam ini karena saya belum berbagi. Berbagi apa yang Sang Pencipta perintah untuk bagi. Yaitu Kebaikan. Saya sibuk menelan kebahagiaan sendiri. Saya pun berfikir , mengapa bisa demikian ? Mungkin karena pada saat berpikir keras tulisan inspiratif apa yang bisa kita sampaikan ke orang lain. Secara tidak langsung kita berfikir dan belajar akan kebaikan yang akan tulis tersebut. Dan satu hal lagi, rehatnya kita dalam memberikan inspirasi dan kebaikan menandakan betapa buruknya waktu dan otak kita. Karena tak kita gunakan untuk sedikitpun memikirkan orang lain.

Namun meski demikian, saya mengapresiasi diri saya. Setidaknya saya punya alarm itu, meski alarm ini belum sepenuhnya bekerja. Dan saya rasa inilah yang penting bagi kita yang telah berdedikasi untuk berusaha menjadi pelita bagi sesama. Memiliki rasa kehilangan saat diri ini tak memberikan sesuatu bagi orang lain. Mencari orang yang berkomitmen untuk selalu berbagi inspirasi (red: Kebaikan) bukanlah hal yang mudah. Terlebih di jaman yang dipenuhi oleh manusia-manusia oportunis. Namun , mencari orang yang selalu ingat untuk berbagi kebaikan baik dikala bahagia maupun sedih , juga terlebih sulit.

“Di antara tanda-tanda kebahagiaan dan keberuntungan adalah, apabila ilmu seseorang bertambah maka ia semakin tawadhu’ dan pengasih. Bila amalnya bertambah maka ketakutan dan kewaspadaannya juga bertambah. Jika umurnya bertambah maka makin berkurang sifat tamaknya. Setiap kali bertambah hartanya maka makin dermawan dan makin tinggi kesungguhannya dalam berinfak. Semakin tinggi posisinya maka ia semakin dekat dengan banyak orang, memenuhi hajat mereka dan bersikap rendah hati terhadap manusia.” ( Ibnu Qayyim)

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (Ali Imran: 186)

 

Note : sebetulnya nulis ini juga rada malu, karena saya bukan inspirator pisan. Cuma kadang-kadang nulis apa yang diotak saya. Tapi gak papalah yang penting sudah menshare uneg2 dikepala saya

Latifah Nurhidayah

Dimana Alarm Inspirasi kita ?

Karya Latifah Nurhidayah Kategori Catatan Harian dipublikasikan 23 Februari 2017
Ringkasan
Ketika otak ini buntu. Atau Hati lupa untuk bergerak mencurahkan secuil kebaikan. dalam narasi. Sudahkah alarm inspirasi berbunyi ? Demi Rabb yang menguasai Alam semesta. Seegois apakah diri kita hingga terlelap dalam kebahagiaan yang sempit ?
Dilihat 17 Kali