Yang belum Diketahui dari Hujan

Yang belum Diketahui dari Hujan Yang belum Diketahui dari Hujan

Menurutmu? Hujan itu seperti apa?
Tiba-tiba aku ditanya tentang hujan
Lama aku merenung dan berpikir

Yang terlintas dibenakku
Hujan itu membuat (ku) berpikir
Tentang pohon tumbang, jalan banjir,
Angin yang sesuka hati berlari-lari
Selebihnya, aku lebih sering dihujani rindu

Menurutmu, apakah hujan itu jahat?
Ah? Sejak kapan hujan dituduh jahat

Sejak kecil aku membayangkan hujan
Turun setiap pagi sebelum jam 6 pagi
"Aku memang malas ke sekolah"
Guru-guru di sekolah galak dan mengekang

Saat itu aku tak bisa merumuskan pendidikan yang sebenarnya di sekolah
Pembelajaran yang ditularkan kepadaku
"Aku lebih banyak terbunuh daripada terdidik. Imajinasiku dikekang."

Aku selalu berterima kasih kepada hujan
Kehadirannya membuat akalku
Bertumbuhan bagaikan reranting pohon
Untuk beralasan tak pergi ke sekolah 

Lalu? Apakah hujan baik hati?
Ha? Sejak kapan hujan baik hati?

Orang (tuaku) seringkali dibuat menangis
Tembakau dan padi yang tak seminggu
Dihamparkan di sepanjang ladang
Serta di arena persawahan

Entah, kemana dibawanya pergi
Menepi ke kali-kali tak berbentuk

Lalu, apa yang harus dihargai dari hujan?

Yang belum dipahami dari hujan
Ia (seperti manusia, hanya layak dihargai)

Bila kedatangannya memberi manfaat

Kau boleh tak percaya?
Silakan datang ke Jakarta

Yogyakarta, 22 Februari 2017

 

Fendi Chovi

Yang belum Diketahui dari Hujan

Karya Fendi Chovi Kategori Renungan dipublikasikan 22 Februari 2017
Ringkasan
Hujan yang datang Tak selalu menurunkan Harapan maupun penyesalan
Dilihat 28 Kali