Kenapa Tak Bicara? (Kepada Suami #2)

Kenapa Tak Bicara? (Kepada Suami #2) Kenapa Tak Bicara? (Kepada Suami #2)

Kenapa tak bicara?
 
Suami, kenapa tak bicara ke istri?
Kami mungkin cukup paham bagaimana pusingnya kalian dengan urusan kerjaan kalian. Tapi iyakah, karena kepusingan kalian sehingga kami juga dianggap seperti bagian dari lembaran-lembaran kertas proyek kerjaan kalian? Kami.. perlu memahami sampai titik apa wahai Suami?
 
Suami, sekali waktu kita perlu bicara saling lembut. Dibolehkan menyentuh kulit dan melihat senyummu untuk Istri. Suami, izinkan Istri mencium keningmu, mengingatkanmu tentang jam makanmu, jam ibadahmu, jam istirahatmu, bahkan jam kebersamaanmu dengannya. Sungguh ini bukan tuntutan. Sungguh ini dijalankan semata karena ini kewajiban Istri.
 
Suami, maafkan karena Istri sering tampil tidak cantik di rumah. Maaf, karena Istri tidak dapat langsung tahu apa kesukaanmu. Maafkan..
Suami, beritahu kami, Suami. Beritahu kami kapan Suami akan tiba di rumah. Karena sulitnya menebak jam tibamu di rumah. Suami, beritahu Istri tentang apa yang Suami suka. Sungguh tak perlu sungkan. Sungguh. Istri, lebih sedih saat mengetahui Suami tak makan hidangan yang disajikannya. Bukan semata karena tidak menghargai, tapi.. Istri khawatir Suami akan sakit karena tidak sedikitpun makanan dimakan di rumah. 
 
Suami, terimakasih karena sudah mengizinkan Istri mencium tanganmu setiap kali Suami akan pergi ataupun saat tiba di rumah. Terimakasih karena Istri masih diizinkan mencuci pakaianmu meskipun mungkin kadang Suami kecewa dengan hasilnya. Suami, terimakasih karena Istri sudah diizinkan menjaga dan merawat istana yang disediakan untuk Istri agar terjaga kehormatannya. Suami, terimakasih karena Istri masih diizinkan untuk memerhatikan setiap alat makanmu, kebersihan sepatumu, kebersihan badanmu. Suami, terimakasih karena sudah diizinkan menjagamu dari debu dan serangga. Suami, meski sedikit sekali Istri mendengar suaramu, ceritamu. Tapi Istri bersyukur masih diizinkan menjadi bagian dari dirimu.
 
Bolehkah saya sebut sebagai bentuk pengabdian saya untukmu, Suami saya. 

ami edelweiss

Kenapa Tak Bicara? (Kepada Suami #2)

Karya ami edelweiss Kategori Catatan Harian dipublikasikan 19 Februari 2017
Ringkasan
Suami, sekali waktu kita perlu bicara saling lembut. Dibolehkan menyentuh kulit dan melihat senyummu untuk Istri.
Dilihat 19 Kali