Dicaari Jika Dibutuhkan atau Tidak Dianggap?

Dicaari Jika Dibutuhkan atau Tidak Dianggap? Dicaari Jika Dibutuhkan atau Tidak Dianggap?

Aku tiba-tiba mengingat percakapan dengan seorang teman via WhatsApp. Saat itu, aku penasaran dengan kalimat bernada gelisah yang ia tempel sebagai status di salah satu media sosialnya. Kemudian, dia menjawab "Aku lebih senang dengar kalimat kamu dimanfaatin daripada kamu gak dianggap.

Sejujurnya, aku senang karena akhirnya menemukan orang yang mempunyai pemikiran yang sama denganku mengenai hal itu.

Kenapa orang-orang sering mengeluhkan hal semacam itu?

"Ah, dia datang kalau lagi butuh doang," "Gak suka sama orang itu, dia baik kalau ada maunya aja." "Dia chat pasti karena lagi butuh, nih."

Seberat itukah rasanya didatangi saat dibutuhkan? Menurutku, justru jika seseorang mendatangiku saat ia ingin atau membutuhkan sesuatu, tandanya ia menaruh kepercayaan. Ia percaya bahwa aku memiliki kesanggupan untuk membantunya. Ia yakin dengan kemampuanku. Ia mengingatku sebagai orang yang mungkin bisa meringankan masalahnya. 

Bukankah hati kita secara alamiah akan bahagia apabila membahagiakan orang lain? Bukankah ada kepuasan tersendiri ketika melihat orang lain mengulas senyum, kemudian mengatakan "Terima Kasih" kepada kita? Kita tidak pernah tahu seberapa bermknanya hal-hal kecil yang kita lakukan untuk orang lain, kan?

Mereka hanya mencarimu saat butuh saja, lalu apa salahnya? Apa semua orang harus ada disekelilingmu tiap saat? Apa semua orang harus menanyakan kabarmu setiap hari? Apa semua orang hanya memiliki dirimu sebagai satu-satunya teman? Bayangkan, jika setiap hari semua orang yang kamu kenal menghubungimu hanya untuk menanyakan hal-hal 'receh' yang tak ada isinya? Ya, setiap orang pasti mempunyai orang-orang terdekat yang bisa 'diganggu' atau 'mengganggu' setiap hari, punya orang-orang terdekat yang bisa 'dibagi' atau 'membagi' hal-hal paling 'receh' sekalipun. Tapi, tidak mungkin hal itu dilakukan 'oleh' atau 'kepada'  semua orang yang dikenalnya, kan?

Menurutku, dicari jika dibutuhkan sangat sangat sangat jauh lebih baik daripada tidak dianggap. Tidak pernah dimintai tolong justru rasanya hampir seperti tidak dianggap. Tidak dianggap sebagai orang yang mampu menolong atau meringankan masalah.

Sesederhana itu.

Aku selalu berusaha mencari sudut positif sebagai tempat singgah paling nyaman, dan berharap bisa mengajak orang-orang disekitarku untuk ikut merasakan kenyamanannya.

 

 

Thumbnail diambil dari sini

Dhini  Chalista

Dicaari Jika Dibutuhkan atau Tidak Dianggap?

Karya Dhini  Chalista Kategori Catatan Harian dipublikasikan 18 Februari 2017
Ringkasan
Mereka hanya mencarimu saat butuh saja, lalu apa salahnya?
Dilihat 120 Kali