Yang harus Diingat dari Pram

Yang harus Diingat dari Pram Yang harus Diingat dari Pram

Banyak hal menarik mengenai sosok Pramoedya Ananta Toer. Penulis yang berkali-kali dinominasikan sebagai kandidat peraih Nobel Sastra ini merupakan orang yang tak diragukan lagi kesetiaannya di dalam  dunia tulis-menulis.

Meskipun tidak sedikit orang-orang yang membenci serta tidak menyukai kepribadian Pram - begitu dia dipanggil. Tapi, dalam dunia tulis menulis, Pram layak dijadikan panutan.

Pram, penulis tetralogi pulau buru lewat roman, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa, Bumi Manusia, Rumah Kaca ini senantiasa mengajak orang-orang di negeri ini untuk mengingat masa lalu. 

Mengingat apa saja peristiwa yang terjadi di masa lalu. Dan ingatan itu memberikan ajakan agar kamu juga berani bersuara dan menyatakan pendapatmu, utamanya dalam dunia menulis.

Dia adalah ruh yang selalu menginspirasi anak bangsa untuk menulis. Dia adalah suara yang mengajak anak-anak berani bermain kata dan membubuhkan makna di dalamnya.

Dalam dunia tulis menulis, Pram tidak muluk-muluk memberikan nasihat, orang ini cenderung memberikan saran sederhana dan jika diterjemahkan, yaitu tulis saja apa yang mau kamu tulis.

Tak percaya?

Suatu hari AS Laksana, penulis buku Creative Writing : tip dan strategi menulis cerpen dan novel ini pernah menuturkan saat mendapatkan penugasan mewawancarai sastrawan terkemuka tersebut untuk media tempat dia bekerja.

Di sela-sela wawancara, A.S Laksana hendak bertanya, bagaimana menulis yang baik itu.

Apa kata Pram? "Nulis itu, ya tulis saja!

Kata AS. Laksana, itu jawaban paling mewakili dan esais ini pun tidak bisa mengajukan lagi pertanyaan terhadap Pram.

Nah. Itulah yang harus diingat dari Pram.

Pram bukan sekadar menyatakan bahwa menulis adalah kerja keabadian. Di luar itu, Pram menyatakan jika menulis adalah soal keberanian.

Quote dari Pram yang dikenal hingga saat dan dikutip di mana-mana berbunyi seperti ini :

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Apa yang dikatakan Pram, ada baiknya kita ingat baik-baik. Nulis itu, ya tulis saja!

Di dunia tulis menulis, tidak jarang pada suatu saat kamu harus berhadapan dengan celotehan-celotehan, penilaian-penilaian terhadap kualitas karya yang dibuat.

Orang-orang yang sesekali bisa dengan enteng menilai karya-karyamu. Tapi, apapun penilaian mereka, asal kamu serius dan bergiat menekuni dengan serius.

Pada akhirnya, dunia akan memberikan apresiasi untuk segala jerih payahmu.

Jika kamu ingin menulis, kata Pram, ya tulis saja!

Menulislah, bagikan karyamu kepada pembaca. Biar mereka yang menilai. Jangan biarkan dirimu berhenti, mengeksplorasi gagasan terbaikmu.

Fendi Chovi,  2017

 

Fendi Chovi

Yang harus Diingat dari Pram

Karya Fendi Chovi Kategori Motivasi dipublikasikan 17 Februari 2017
Ringkasan
Kata Pram, Nulis itu, Ya Nulis Saja
Dilihat 17 Kali