Aku Ingin

Aku Ingin Aku Ingin

Aku ingin pergi darimu. Berlari ke tempat terjauh di mana kau tak akan pernah bisa menemukanku lagi. Aku membayangkan tempat itu adalah masa laluku. Kau tak pernah ada di sana. Mana mungkin kau akan tahu jalan menujunya. Lagipula sebelum aku bertemu denganmu aku baik-baik saja. Semenjak kamu datang ke hidupku, masa-masa yang kujalani jadi begitu mengerikan. Aku hidup dalam ketidaktenangan berkepanjangan. Awalnya aku bahagia, lama-lama begitu tersiksa.

Aku ingin menghabiskan sisa-sisa perasaan yang telah kau hirup sarinya di tempat ternyaman. Di mana segala hal tentangmu tidak akan mampu menjangkau hidupku lagi. Keterjauhan barangkali akan mengobati apa-apa yang pernah singgah dalam hidupku dan hidupmu yang lalu menjadi hidup kita. Kita? Aku tak sudi menyebutnya. Yang lalu ia telah meninggalkan sayatan-sayatan kecil yang mengakibatkan kepedihan mendalam padanya.

Aku ingin lepas dari bayang-bayangmu yang membuat pikiranku jadi menurun kadar kewarasannya. Aku ingin hidup normal sebagaimana perempuan lain yang bisa sibuk merajut misalnya daripada menghabiskan waktu untuk menyesali apa-apa yang pernah terjadi karena seorang laki-laki yang pergi membawa separuh dari hatiku. Bahkan mungkin juga seluruhnya. Ya kesemuaan hati yang kumiliki telah dicuri lelaki itu dan tak pernah ia kembalikan lagi.

Kalaupun ia mengembalikannya, aku pun tak pernah akan berkenan menerimanya lagi. Aku memutuskan untuk mengganti hati. Mungkin dengan belas kasihan orang yang memberikan hatinya untuk kupakai. Aku akan berterima kasih sekali pada orang itu. Aku berjanji, kalau ia perempuan, akan kujadikan ibu peri itu sebagai saudaraku. Kalau laki-laki, mungkin akan kuterima ia menjadi pendampingku kalau ia mau. Aku benar-benar ingin berlepas diri dari hal-hal yang terkait dengan lelaki itu.

Aku adalah korban dari seseorang yang hatinya lebih layak disebut sudah mati. Ia tega membuat seorang  yang mempercayakan apa-apa yang ia punya kepadanya tapi ia justru berkhianat. Pantas untuk kusebut dia penjahat. Ia telah menggoreskan luka yang seolah tersiram cuka: berlipat menyakitkan. Luka itu terus menganga untuk waktu yang sangat lama.

Aku benar-benar ingin kau enyah. Pergilah!

 

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 13 Februari 2017

sumber gambar: di sini

Muhammad Irfan Ilmy

Aku Ingin

Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Catatan Harian dipublikasikan 16 Februari 2017
Ringkasan
Aku ingin menghabiskan sisa-sisa perasaan yang telah kau hirup sarinya di tempat ternyaman. Di mana segala hal tentangmu tidak akan mampu menjangkau hidupku lagi. Keterjauhan barangkali akan mengobati apa-apa yang pernah singgah dalam hidupku dan hidupmu.
Dilihat 14 Kali