Kepergiannya, Menyisakan Kenangan

Kepergiannya, Menyisakan Kenangan Kepergiannya, Menyisakan Kenangan

Di Yogyakarta, Festival Melupakan Mantan digelar dan berlangsung selama 3 hari dimulai 11 hingga 13 Februari 2017. Event ini pun cukup menggoda anak-anak muda untuk merasakan sekaligus menyaksikan kembali suasana kenangan akan masa lalu yang terlewati.

Bertempat di halaman kantor koran harian Kedaulatan Rakyat, Festival Melupakan Mantan ini resmi berakhir satu hari menjelang perayaan Hari Valentine.

Apa yang menarik dari event ini?

Panitia menyuguhkan konsep galery pameran dan suasana di lokasi seperti instalasi yang siap membawa pengunjung seperti hendak kembali ke masa lalu.

Dengan menghadirkan tema, "Kesah" yaitu momen dinamika anak-anak muda melewati perpisahan dan kepergian. Setidaknya, kegiatan ini seperti hendak menghadirkan kembali bentangan kenangan dan para pengunjung diajak agar segera melupakannya.

Festival Melupakan Mantan, disingkat FMM ini bermaksud agar generasi muda mampu menikmati proses perjalanan hidup yang lebih baik setelah perpisahan dengan mantan.

Seperti terlihat di papan nama berisi ungkapan, Lupain Mantan, Banyakin Teman yang terpajang di halaman utama tempat pengunjung bisa menikmati selfie ria.

Ada sejumlah pajangan kertas yang berisi sekaligus menyuarakan kenangan akan terlewati bersama mantan.

Di lantai dua, yang digunakan sebagai ruang galery penyimpanan benda-benda peninggalan mantan tersebut, pengunjung dengan jelas melihat potret masa lalu, dengan hadirnya foto, boneka, baju dan aneka figura berisi gambar-gambar mantan. 

Di ruangan lantai dua, panitia memberikan kesempatan para pengunjung menempelkan kertas di mading yang berisi ungkapan-ungkapan pesan atau kenangan tentang mantan.

Tak hanya itu, para pengunjung pun diberikan kebebasan untuk menikmati selfie di ruangan sisa-sisa peninggalan mantan tersebut.

Lagi, kehadiran FMM2017 ini adalah ikhtiar agar anak-anak muda ikutserta mendewasakan diri dan melanjutkan kisah hidup yang juga baru.

Saat berkunjung ke event ini, sekaligus mengikuti prosesi "Lampah Alit", yaitu proses menaiki tangga kenangan menuju ruang privat sebagai ruang kenangan sambil membawa lilin di tangan.

Di ruang inilah, para pengunjung dibawa memikirkan diri serta menghayati segala kenangan yang berlalu. Kemudian, disegarkan dengan doa puisi.

Sungguh para mantan selalu menyisakan kenangan, kepergiannya pun layak dirayakan. Setidaknya, para muda-mudi ikut berjuang untuk melupakannya.

Saat dilupakan, usahakan diri ini berjuang untuk menjadi menjadi bagian dari masa depan. Bukan masa lalu yang dihinggapi kenangan.

Ahai!

Aku tersenyum membayangkan kenangan, yang kepergiannya menyebabkan kita belajar tentang masa lalu.

Fendi Chovi, 2017

 

 

Fendi Chovi

Kepergiannya, Menyisakan Kenangan

Karya Fendi Chovi Kategori Renungan dipublikasikan 14 Februari 2017
Ringkasan
Festival Melupakan Mantan yang digelar di Yogyakarta, cukup menarik dijadikan refleksi mengingat masa lalu. Lalu menjadikannya untuk mewarnai masa depan nan cerah.
Dilihat 79 Kali