Dahulu kala, di sebuah kerajaan

Dahulu kala, di sebuah kerajaan Dahulu kala, di sebuah kerajaan

Dahulu kala, di sebuah kerajaan diadakan sebuah sayembara. Bagi yang menang bisa menjadi raja menggantikan raja yang sekarang sudah ujur.

Selain uji ketangkasan bela diri, diuji pula pengetahuannya. Puluhan kesatria hebat dari penjuru sudah tersingkir. Tinggal dua kesatria paling hebat yang lolos. Namun yang dipilih jadi raja hanya satu.

Ternyata dua kesatria itu adalah saudara kembar. Kakak beradik. Berasal dari perkampungan yang sama dan orang tua yang sama. Tentunya latar belakang mereka sama.

Dari kecil diajarkan bela diri oleh Ayahnya, sehingga mereka sama-sama hebat. Diajarkan pula nilai-nilai kehidupan oleh Ibunya, sehingga mereka berdua sama-sama pintarnya.

Raja bingung harus menguji mereka dengan cara apa. Mereka berdua sama-sama tahu. Mereka berdua sama-sama hebat. Akhirnya raja memutuskan untuk menolak mereka berdua. Masyarakat yang menyaksikan pun kecewa. Padahal hanya mereka yang terbaik dari yang terbaik.

Masyarakat yang tidak terima dengan keputusan raja merangsek masuk ke singgasana raja mempertanyakan alasan raja. Namun raja tetap bungkam.

Dibubarkanlah masyarakat dengan paksa. Mereka pulang dengan kecewa. Termasuk dua kesatria hebat itu. Namun ada satu kesatria yang tetap tinggal. Itu adalah kesatria yang gagal dalam sayembara.

Ia tidak bisa pulang. Sebab ia telah diusir dari kampungnya. Dituduh berzina. Namun itu hanya fitnah. Ia pun memohon kepada raja untuk menerimanya bekerja di kerajaan. Bekerja apa saja. Tidak digaji tidak apa-apa.

Karena kasihan dan melihat ketulusan di wajah kesatria itu, ia diberi pekerjaan jadi tukang sapu kompleks kerajaan. Tidak ada bayaran uang. Bayarannya berupa makan dua kali sehari dan kamar kecil tempatnya beristirahat.

Kesatria inilah yang akhirnya diangkat jadi raja atas rekomendasi rakyat. Sebab selama bertahun-tahun mengabdi di kerajaan. Ia dikenal dekat dengan rakyat. Suka membantu dan diandalkan rakyat.

Ia tidak malu dengan pekerjaannya. Walau hanya sebagai tukang sapu. Ia membuktikan dengan pengabdian yang tulus.

Aha Anwar

Dahulu kala, di sebuah kerajaan

Karya Aha Anwar Kategori Kisah Inspiratif dipublikasikan 11 Februari 2017
Ringkasan
Dahulu kala, di sebuah kerajaan diadakan sebuah sayembara. Bagi yang menang bisa menjadi raja menggantikan raja yang sekarang sudah ujur.
Dilihat 20 Kali