Maukah Kau Berpikir ?

Maukah Kau Berpikir ? Maukah Kau Berpikir ?

MAUKAH KAU BERPIKIR ?

Kita seringkali memikirkan banyak hal yg besar , hebat dan cenderung prestisius.
Misal bagaimana melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah terbaik, kesuksesan karir di masa depan, menebar manfaat bagi sekitar, atau bagaimana menciptakan keluarga idaman.

Bolehkah ?
Tentu saja boleh, tidak ada yg melarang, selama bertujuan baik dan dengan cara yg baik pula maka hukumnya sah-sah saja, malah amat dianjurkan.

Namun, di tengah hiruk pikuk modernitas, dan waktu yg melesat cepat.
Kita yg terlalu asyik menjalani hidup, sibuk mengejar impian masing-masing, seringkali abai atas banyak hal yg "seolah" remeh dan kerapkali dilupakan.
Kita memilih tidak peduli, hanya melirik, menganggap itu adalah hal yg biasa, lantas kembali berkutat dengan kesibukan.

Pernahkah kita berpikir untuk berhenti sejenak, memunguti serpihan-serpihan kecil, yg selama ini kita sangka adalah batu legam tak berharga, setelah kita tatap lebih baik, kita perhatikan lamat-lamat, barulah kita menyadari, hei meski kecil saja, ternyata semuanya adalah berlian yg amat berkilauan.

Tidak perlu jauh-jauh, "berlian-berlian" tsb justru menumpuk dan bertebaran dalam tubuh kita sendiri, berlian yg selama ini kita anggap remeh adalah berbagai keajaiban yg melekat dalam setiap unsur di susunan tubuh manusia, juga hal-hal menakjubkan yg mengiringi setiap penciptaan.

Satu contoh kecil, ketika tangan kita menyentuh panci yg panas maka secara otomatis tangan akan langsung menarik diri, ini disebut gerak reflek, juga berlaku ketika tubuh kita dalam keadaan bahaya, maka seketika terbentuk mekanisme pertahanan diri yg menghalau setiap ancaman.

Meski terlihat simpel, sebenarnya dalam satu kali gerakan, tersimpan proses yg rumit dan kompleks, dimulai dari kulit yg berfungsi sebagai reseptor ( penerima rangsangan ) lantas mengirimkan sinyal 'panas' ke otak selaku pusat kendali tubuh.Tidak cukup sampai disini, di dalam otak, informasi 'panas' ini akan diproses oleh milyaran neuron ( sel saraf otak ) yg pada akhirnya otak akan mengirimkan perintah pada tangan agar menghindari sumber panas tsb, dan yg lebih membuat takjub adalah semua proses ini hanya berlangsung dalam jangka waktu sepersekian detik saja.

Ini masih satu tetes kecil dibanding lautan keajaiban lain, misal apakah kita pernah terbenak bahwa di dalam paru-paru yg besarnya tidak seberapa, terbentang "selang-selang" kecil saluran udara yg apabila dibentangkan mencapai jarak ribuan kilometer. "Selang-selang" ini tersusun amat rapi, tidak saling berbelit atau terikat satu sama lain, setiap detik menyalurkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, terus berulang-ulang, tanpa lelah memastikan kita bernafas dg baik dan nyaman.

"Berlian-berlian" ini amat banyak ,tidak terhitung , tersebar di penjuru alam semesta. Allah ciptakan agar manusia bisa mengambil banyak pelajaran serta hikmah dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, agar manusia menggunakan akal mereka dg baik, menggunakannya untuk bertafakkur.

Maka, tidakkah kita tergerak untuk merenung, berpikir lantas mengambil kesimpulan bahwa dalam setiap detik, seburuk apapun situasinya, kita selalu dilimpahi kasih sayang oleh Allah Sang Penguasa Alam,
bahwa sungguh kita tidak pantas bercongkak ria, berkoar-koar, merasa paling hebat namun dalam setiap detak jantung saja, dalam setarikan nafas saja, kita sama sekali tidak punya kekuasaan.

Dan tidakkah kita tergerak untuk sejenak menghentikan semua aktifitas, menghela nafas panjang, mulai menyadari berbagai kecerobohan lantas berbisik dalam diam, dalam sujud yg panjang nan syahdu.
"Ya Allah, terima kasih, sungguh segenap puja-puji hanyalah milik Engkau, jadikanlah kami orang-orang yg senantiasa bersyukur".

 

* (الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ)
[سورة آل عمران 191]


(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
( 3:191 )


** Cianjur, 11 Februari 2017, awal paruh semester
Ditemani rintik hujan dan obrolan kecil dg teman baru.

 

Gambar diambil dari sini.

 

 

 

Izazi Amar

Maukah Kau Berpikir ?

Karya Izazi Amar Kategori Renungan dipublikasikan 11 Februari 2017
Ringkasan
"Berlian-berlian" ini amat banyak ,tidak terhitung , tersebar di penjuru alam semesta.
Dilihat 69 Kali