Aku tak pernah dalam keadaan baik.

Aku tak pernah dalam keadaan baik. Aku tak pernah dalam keadaan baik.

Entahlah ini hari yang keberapa setelah ia pergi dari hidupku. Tapai rasanya masih sama saat di hari pertama iya pergi. 

Iya, dia yang pernah menjadi impian terbesarku,  orang yang pernah menemaniku,  yang pernah melukis senyum di bibirku, dengan tanpa perasaan meninggalkan ku begitu saja.

Janji yang pernah iya ucapkan tak lagi menjadi halangan untuknya berpaling, rasa kasih sayang, cinta terhempas,  terbuang begitu saja dari hatinya. Tanpa pernah berfikir seberapa besar akan merubah hidup orang yang dengan tulus,  dengan sepenuh hati menerimanya, apa adanya dia, dan mencintainya. 

Siapa yang tahu bagaimana aku sebenarnya? Aku yang terlihat baik oleh ratusan pasang mata, terlihat baik-baik saja,  terlihat bahagia,  terlihat Bisa melupakanmu. Padalah aku tak pernah menjadi orang baik,  mencari kesenangan sesaat di jalan yang salah,  hanya untuk melupakan mu sejenak saja.

Lalu berpura-pura kuat,  harus berpura-pura semangat,  saat suara mulai mengudara, dan di dengarkan oleh ribuan pendengar. Harus memberikan semangat kepada mereka, menghibur mereka,  berpura-pura tertawa. Tanpa mereka tahu betapa sesaknya dada saat hidup dalam topeng belaka. 

Sejujurnya,  sampai hari ini,  detik ini, samapi esok dan hari-hari selanjutnya aku tak pernah dalam keadaan baik-baik saja.  Aku masih dalam kesakitan ku yang entah sampai kapan akan berakhir.

Kau tak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi diriku? , bagaimana hidupuku sekarang? yang terbalut kebencian yang selalu kalah dengan cinta yang teramat besar.

Aku tahu,  merundukanmu kini adalah dosa bagiku. Tapi apa dayaku, hati ini masih saja setia dalam penantiannya, penantian yang tak berujung, walau ia tahu,  itu adalah sebuah hal yang sia-sia.

Jikapun kau membaca ocehan ini,  aku tahu ini tak akan mengetuk hatimu sedikit pun.  Bahkan tak hiraukan.  

Seandainya bunuh diri itu bukanlah dosa,  mungkin akan ku lakukan di depanmu,  di depan lelaki yang menjadi bapak dari anak mu sekarang,  agar kau tahu seberapa besar hati, cinta dan kasih sayang ini untuk mu, dan agar kau tahu seberpa besar sakit ini yang sesungguhnya. Lalu saat itu terjadi,  dan saat itu juga kau kehilangan cara untuk memohon maaf pada hati yang telah kau sakiti. 

Teruntukmu yang hanya bisa menjadi angan. #BS

Arie Prakoso

Aku tak pernah dalam keadaan baik.

Karya Arie Prakoso Kategori Catatan Harian dipublikasikan 11 Februari 2017
Ringkasan
Sejujurnya, sampai hari ini, detik ini, samapi esok dan hari-hari selanjutnya aku tak pernah dalam keadaan baik-baik saja. Aku masih dalam kesakitan ku yang entah sampai kapan akan berakhir.
Dilihat 24 Kali