Kepada Tuan Hari Ini

Kepada Tuan Hari Ini Kepada Tuan Hari Ini

 

Tuan, ada apa sebenarnya dengan kita?
Bisakah Tuan menjawab pertanyaan itu? Bisakah Tuan menjelaskannya padaku?

Belakangan ini kita memang agak-sedikit-dekat ya Tuan, ku katakan demikian karena aku merasa kita masih berjarak.

Tuan, kenapa kau ragu dengan dirimu sendiri? Bagaimana kau bisa meyakinkanku jika kau sendiri meragu.
Kau tanya padaku "Aku harus apa supaya kamu tak ragu?"
Aku tersenyum, mengambil nafas dalam. Tuaaan, Kau bercanda. Coba, hilangkanlah ragu-ragumu terhadap dirimu sendiri. Ragu-raguku juga akan hilang, nanti.

Tuan, kau tahu kan aku pernah terluka?
Kau tahu bagaimana jika aku jatuh cinta?
Kuberikan hatiku seutuhnya. Bukan seperlunya.

Jangan main-main Tuan. Hatiku bukan taman bermain. Aku telah menata hatiku sebagai rumah. Agar kelak, seseorang yang akan datang bisa merasa nyaman dan selalu ingin pulang.
Jangan main-main Tuan. Aku butuh waktu yang tidak sebentar untuk membersihkannya dari serpihan-serpihan masa lalu.
Kalau Tuan masih ingin main-main, maka maafkan aku. Jika kelak Tuan yang terluka oleh serpihan yang Tuan buat sendiri.

Sebab hari ini hatiku sudah terlatih, untuk tidak menaruh harapan yang terlalu besar kepada seorang pria. Agar aku tidak kecewa.
Hatiku sudah terlatih, untuk percaya secukupnya sampai ada bukti nyata.

Ingat Tuan, kita masih duduk berbincang di teras. Tuan belum ku persilahkan masuk. Jadi akan lebih mudah untukku membersihkan jejaknya jika ternyata Tuan pergi tiba-tiba.
Ah ya, kalau Tuan masih ragu jangan terlalu lama berada di teras juga ya, Tuan. Nanti Tuan sakit. Sedang aku terlanjur bangkit.

Kau tahu Tuan? Sejujurnya aku tidak ingin melihatmu sakit. 

Jadi, jangan main-main Tuan. Sebab aku sudah lelah bermain.

Nur Mahmudah

Kepada Tuan Hari Ini

Karya Nur Mahmudah Kategori Catatan Harian dipublikasikan 11 Februari 2017
Ringkasan
Hai Tuan,,,, #PosCintaTribu7e hari ke-4