Agar Tidak Terlalu Berharap Pada Seseorang

Agar Tidak Terlalu Berharap Pada Seseorang Agar Tidak Terlalu Berharap Pada Seseorang

Hampir semua orang mengerti bahwa ketika harapan dilabuhkan kepada manusia, maka risiko pertama adalah kecewa. Manusia seringkali berubah-ubah, kadang iya, kadang engga, kadang cepet, kadang lama, bilangnya oke, taunya ngga jadi, katanya segera, nyatanya banyak alasan ini itu untuk menunda. Begitulah, jika harapan bersanding dengan kemelekatan nama. Mata hati ini seringkali buta seolah hanya dia yang terbaik menurut versi kita.
 
Hampir semua orang paham, bahwa hanya berharap kepada Allah-lah hati ini bisa menjadi tenang. Ketika pasrah betul-betul hanya diserahkan kepada Sang Pembuat Keputusan, hati ini sudah yakin bahwa semua takdir Allah adalah yang terbaik. Realitanya? Tidak semudah teori.
 
Iya, tidak semudah teori jika kita terlalu jauh dari tempat sejati untuk menggantung: Allah Subhanahu wata’ala. Saat pikiran dan hati ini banyak berinteraksi lewat harap dan imajinasi kepada manusia, di saat bersamaan hati kita terlalu jauh untuk bisa menggapai kepasrahan. Semakin sulit. Maka banyak-banyaklah berinteraksi dengan Sang Penggenggam Hati setiap makhluk agar takut, harap, dan cemas tertuju kepada Zat yang semestinya. Semakin dekat dengan Allah, semakin mudah jiwa ini bersandar. Insya Allah lebih sejuk dan setiap kejadian akan disikapi dengan bening hati :)
 
Kadang kita ini kurang sibuk dengan kegiatan positif ya sehingga membiarkan ruang hati ini hampa dalam lamunan, seriously. Barangkali Allah juga sering menegur dengan cara yang kurang mengenakkan karena kitanya sendiri yang keras kepala. Kita lebih fokus pada apa yang tidak bisa kita kendalikan: dia. Tanpa sadar semua sudah ada yang mengendalikan: DIA. Lalu kita mengeluh tentang berbagai hal kepada teman dan media sosial. Di saat kita kecewa karena terlalu berharap kepada seseorang yang terus menerus tanpa kejelasan dan kepastian, kita hibur diri dengan mencari dan menyebut nama-Nya hanya dalam artikel atau ketikkan.
 

“Jangan-jangan, kita terlalu sering berbicara tentang-Nya, daripada berbicara dengan-Nya.”

Sekarang tinggal soal keputusan. Pasrah hati atau patah hati. Yakinlah semua takdir Allah itu baik. Selamat memilih :)
 
 
 
Ditulis oleh: Afif Luthfi II
Ilustrasi: @lovefolksfilm

Afif Luthfi

Agar Tidak Terlalu Berharap Pada Seseorang

Karya Afif Luthfi Kategori Inspiratif dipublikasikan 10 Februari 2017
Ringkasan
Terlalu berharap acapkali berujung kekecewaan karena digantung pada sesuatu yang salah. Bagaimana cara menyikapinya?
Dilihat 67 Kali