Bu, Yah

Bu, Yah Bu, Yah

Bu, Yah, aku bingung harus bilang apa? Aku ingin bilang terimakasih, tapi itu saja tidak akan pernah cukup. Dibanding pengorbanan dan kasih sayang yang masih kalian berikan sampai hari ini.
Aku ingin kalian tahu, kalian adalah sumber kekuatanku. Di saat saat yang terasa berat dalam hidupku. Selain sajadah, kalian adalah saksi saat air mataku tumpah setelah lelah dengan semua masalah di luar rumah. Tanpa perlu takut kalian akan mencemooh, menganggapku cengeng dan lemah.

Bu, Yah, dunia di luar rumah itu kejam sekali yaa? Aku ingin berada dalam pelukan kalian saja. Karena disana aku bisa lupa. Lupa kalau aku sudah dewasa. Jadi aku ingin bermanja-manja saja.

Bu, Yah, anakmu ini memang sudah dewasa. Tapi maaf, kalau belum bisa membuat kalian bahagia. Maaf, kalau justru masih sering merepotkan.

Bu, Yah, aku ingin kalian muda saja. Jangan menua. Aku ingin selalu melihat kalian sehat dan bahagia. Aku akan jadi anak soleha yang kalian minta. Kalian adalah orang yang tidak pernah kulepas dalam doa.

Bu, Yah, aku cinta cinta cinta cinta cinta seribu kali cinta.

Dari anakmu yang cengeng dan manja. Aku masih anak kecilmu Bu, Yah. Tak perduli bila suatu hari anak kecilmu ini akan punya anak kecil sendiri. Aku tetap anak kecilmu. Biarkan aku untuk selalu menangis di pangkuanmu saat dunia sedang tidak bersahabat.

Peluk cium dari anakmu yang selalu ingin pulang ke rumah

Nur Mahmudah

Bu, Yah

Karya Nur Mahmudah Kategori Catatan Harian dipublikasikan 10 Februari 2017
Ringkasan
Kalian adalah rumah #PosCintaTribu7e hari ke-3