Kamu, yang meninggalkan luka

Kamu, yang meninggalkan luka Kamu, yang meninggalkan luka

 

Kamu yang pernah meninggalkan luka. Tenang saja, luka ini sudah sembuh, sudah tak mungkin kambuh, hanya saja aku tidak pernah bisa menghilangkan bekasnya. Kamu mengerti maksudku kan?

Tapi kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membencimu. Aku bukan orang yang seperti itu. Aku tidak akan lupa segala hal baik yang pernah kau bawa kedalam hidupku. Aku berterimakasih atas hal itu.

Aku hanya ingin memberi tahu bagaimana luka itu bisa sampai ada. Kamu pasti berpikir aku baik-baik saja. Sebab aku memang tak ingin kau tahu aku terlalu cinta. Aku tak ingin kau tahu aku terluka. Luka yang akhirnya membuat kita jengah.

Dulu, saat kamu meminta izin untuk pergi. Aku pernah menahanmu sekali, dengan kalimat "Aku belum siap". Tapi sepertinya kamu tak perduli. Untuk kedua kalinya kamu bilang ingin pergi. Aku tidak lagi menahanmu. Bukan karena aku tak cinta. Tapi karena aku tak bisa.
Aku tidak bisa menahanmu yang sudah ingin pergi, untuk tetap disini. Aku tidak mungkin berjuang sendiri. Karena kita berdua pasti tersakiti. Aku tidak mungkin menahan seseorang yang dengan berbagai alasan meminta izin untuk bisa pergi. Karena berselang ratusan hari, aku tahu ternyata aku kau bohongi.

Saat itulah luka yang hanya serupa goresan menjadi semakin menganga, berdarah-darah, meninggalkan trauma.

Kamu tak perlu besar kepala, jika kau tahu hari ini aku masih sendiri. Bukan karena aku tidak beranjak pergi. Hanya saja kali ini aku jadi lebih hati-hati. Takut bertemu pria sepertimu lagi.

Sekali lagi, aku tidak membencimu. Kamu adalah temanku, sama seperti sebelum luka itu ada.
Semoga kamu selalu baik-baik saja.

Salam hangat,
Temanmu

Nur Mahmudah

Kamu, yang meninggalkan luka

Karya Nur Mahmudah Kategori Catatan Harian dipublikasikan 09 Februari 2017
Ringkasan
Aku ingin kamu tahu setelah sekian lama ku sembunyikan. #PosCintaTribu7e hari ke-2
Dilihat 109 Kali