Ujung Usia #part3

Ujung Usia #part3 Ujung Usia #part3

Ujung Usia

By. Fatihah

Part 3

    Melambai - lambai dedaunan sore, seakan mereka telah mengenalku. Akupun tersenyum menyapanya tapi tiba - tiba senyumku terusik. Surat itu, tak sabar aku ingin membacanya.

    Hari ini ibu mengikuti pengajian di mushola belakang rumah. Terdengar sayup - sayup sholawat terlantun menggema. Tak ada seorangpun ku temui. Sejenak tubuh ini rebah dan perlahan mata ini terpejam. Suara gemertak hujan berbisik di telinga. Alhamdulillah, kali ini hujan turun tepat waktu. Gumamku memicingkan mata.

Ya, surat. 

    "Assalamu'alaikum, Za.

    Fajar mengintip tipis di ufuk timur, ya di ufuk timur. Tepat ketika pena ini mencorat - coret kertas putih yang sekarang ada di tangan gadis ayu hatinya.

    Sahabatku. Sudah 3 hari yang lalu aku mendapat kabar, ibuku masuk rumah sakit. Doakan semoga ibu segera sembuh iya. Terima kasih.

    Maaf, baru sekarang aku bercerita. Seperti yang kamu ketahui, aku selalu terdiam dan hanya tersenyum ketika sahabat unyu' - unyu'ku ini bertanya tentang dia. Dia ibuku dan ibu untuk kedua kakakku. Sejujurnya diamku adalah benteng terakirku menahan terjangan air mataku. Dan senyumku adalah penyejuk hati dan mataku.

    Ibu tak pernah mengeluh pada kepahitan takdir yang ia alami. Yang ku tahu sejak aku dalam gendongan, semangatnya mencari nafkah untuk kehidupan di keluarga kecil kami tak pernah surut.

     Memang bapak kemana? Mungkin kalimat itu yang akan kamu tanyakan. Lupakan saja dia. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tapi kiasan itu akan ku patahkan, akan ku buktikan pada dunia. Aku adalah laki - laki yang setia. Karena itu jugalah alasanku memilihmu menjadi orang yang istimewa disini, hati. Yaitu menjadi sahabat.

    Za, aku tahu kamu menyukai Dia. Matamu yang menegaskan itu. Hanya saja kalian mengingkarinya. Tenanglah Za, semua akan indah suatu hari. Kalian memiliki sifat yang hampir sama, sama - sama pintar menata hati. Dan aku ingin belajar darimu

    Hhhh. Si imut mukanya merona. Em, mungkin aku akan lama tidak masuk. Aku sarankan jangan terlalu berharap, aku akan membalas pesan - pesanmu nanti. Karena bisa jadi aku terlalu sibuk bersama ubu.

    Kemarin Dia menghampiriku, Dia bertanya tentang hubungan kita. Ciyeeee ada yang kepo. Hhhj. Aku berkata apa adanya, tapi sepertinya Dia kurang puas dengan jawabanku. Besok temui saja Dia. Jangan salah sangka dulu, aku menitipkan surat untukmu padanya.

    Karena rasanya kurang pas jika kamu membacanya sekarang. Jadi aku titip padanya. Oh iya, kamu dapat salam dari Dia. 

    Sampai bertemu di surat berikutnya Za. Assalamu'alaikum. "

    Dian kamu masih bisa menghiburku di saat kamu sedih. Semoga Allah selalu merahmatimu sobat. MasyaAllah. Surat kedua!?

>Bersambung

 

Alif Fatihah

Ujung Usia #part3

Karya Alif Fatihah Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 08 Februari 2017
Ringkasan
Cinta rahasia dari Sang Maha Cinta
Dilihat 34 Kali