Temenan (Temen Tenanan/Beneran)

Temenan (Temen Tenanan/Beneran) Temenan (Temen Tenanan/Beneran)

Aku bahagia... Aah kata-kata itu yang pertama muncul di benakku saat akan menuliskan sesuatu di inspirasi.co siang ini. Kalau mau di lihat beneran bahagia atau engga, aku tetap akan menyebutnya bahagia. Karena Allah masih memberikan kesempatan untukku terbangun di pagi hari tanpa kurang satu apapun.

Mimpi ? Tidak ... malam ini aku tidur nyenyak sampai tidak bertemu dengan yang namanya mimpi. Mungkin karena beberapa hari ini sudah maksimal begadang sejenis insomnia yang membuat perasaan ngantuk menjadi galau yang hasilnya mainan hp dan bolak balik ngecek sosial media yang g pergi kemana-mana.

Oiya ini lagi nulis, eh ada lagu soundtrack Moana "How for i'll go", seketika aku nya blank.... mau nulis apa lagi. heheh dasar manusia ya, ada aja yang bisa bikin kamu gagal fokus.

Beberapa waktu ini menjadi waktu yang luar biasa, alias tidak biasanya bahkan mungkin lebih spesial dari waktu-waktu sebelumnya, oiya tulisan ini bukan bermaksud mau pamitan ya, karena sakit keras dan akan meninggalkan banyak orang tersayang. Bukan... Tulisan ini hanya semata lagi haus menuliskan sesuatu hal, yang beberapa waktu ini menjadi catatan Tuhan yang belum terlihat ujung nya akan seperti apa.

Aku bukanlah orang yang pandai menuliskan sesuatu yang aku rasakan menjadi sebuah cerita panjang yang apik, bahkan dari sekian banyak hayalan yang aku punya, yasudah hilang jadi hayalan saja. Nah aku yakin kalian mulai masuk ke masa bingung waktu baca tulisan ke 200 an ini, karena mulai ngelantur sana sini. Nah ini dia yang lagi dirasakan, masa kamu ngelantur.  Saking banyaknya hal yang kamu bingung apa yang mau diceritakan.

Singkat cerita kemarin saat salah satu sahabat dekat menunjukkan rasa khawatir tentang sakitnya dan merasa akan segera pergi, aku berkata padanya " kalau Tuhan mau ngambil aku, semoga disaat itu aku sudah meninggalkan kenyamanan dan rasa aman untuk ayah, ibu dan adikku. Jadi mereka sudah tidak kesulitan lagi. Dan aku berharap kalian sudah berdiri baik dan menjadi manusia yang berguna, rendah hati, dan disetiap kehadiran kalian mendatangkan kebahagiaan bagi banyak orang. Maka aku rasa tugas ku sudah lebih dari cukup". G muluk tapi mungkin menjadi suatu hal yg di inginkan banyak orang. Pergi dengan tidak meninggalkan kesedihan.

Sahabat...

Aku memang tidak merasakan apa yang sedang kamu rasakan dengan penyakit yang saat ini bersahabat denganmu, dimana kamu harus rajin minum obat seumur hidup, kamu harus rajin bertemu dengan dokter bukan untuk berkencan karena cinta tapi karena kesehatanmu, kamu yang tak sekuat sebelumnya saat kamu belum tahu sakit apa. Yang jelas... kami bersamamu. Meskipun tidak 24 jam seperti salah satu supermarket paling hits di kota ini, tapi kami ada untukmu. Kami memang pernah kehilangan dan berharap Tuhan tetap baik dengan kita dan nasibmu.

Hidup lah dan bertahan lah hidup... Allah memberikan mu sakit karena Dia begitu mencintaimu dan merindukan puisi-puisi indah dari doa-doa mu. Maka jadikan sakit ini menjadi nikmat yang tak tergantikan. Kami selalu bersamamu.

 

Ratririani Sekar Palupi

Temenan (Temen Tenanan/Beneran)

Karya Ratririani Sekar Palupi Kategori Motivasi dipublikasikan 07 Februari 2017
Ringkasan
Kalau aku pergi nanti, aku berharap mereka sudah berdiri baik dan menjadi manusia yang berguna, rendah hati, dan disetiap kehadiran mereka mendatangkan kebahagiaan bagi banyak orang.
Dilihat 20 Kali