Bingkisan Syukuran Tujuh Bulanan

Bingkisan Syukuran Tujuh Bulanan Bingkisan Syukuran Tujuh Bulanan

Sudah hampir sebulan lebih saya jarang otak atik blog, selain memang bukan penulis profesional yang mampu menelurkan ide ide secara cepat bahkan setiap hari, kadang rasa malas dan beberapa kesibukan telah mengambil alih pikiranku sehingga ruang untuk memainkan jari pada font font untuk blogging terpenuhi kepadatan aktifitas, kepadatan iya kepadatan sebuah usaha dalam pikiran agar kesibukan mondar mandir kesana kemari seolah menjadi sebuah kesibukan yang luar biasa walau hanya sekedar duduk bersila menghabiskan sebotol air mineral dan sebungkus kuaci. Aku ingat beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang yang aku rasa mampu membuka cakrawala pikiranku terhadap peran Allah dalam setiap hela nafas ini, lagi lagi peran Allah, iya walau kadang kita sudah paham betul apa peran Allah terhadap kita tapi kadang kita masih lupa dan selalu mendewakan (maaf saya jadi horor kalau bicara menuhankan) kemampuan kita sendiri terlebih masih juga kita merendahkan diri dengan mengemis bantuan pada sesama mahluk padahal kita sadar Allah mampu menciptakan kita seperti desain yang sangat luar biasa ini.

Kembali kepada pertemuan saya dengan seorang akhifilah di sebuah acara tujuh bulanan kehamilan putri ustadz di komplek tempat aku tinggal, biasanya jarang sekali saya ikut kegiatan di komplek karena mungkin ketika undangan datang saya sudah pergi melalang buana tapi saat itu kebetulan menjelang maghrib pak ketua RT datang memberi undangan kepada saya ketika saat itu lagi menggendong sikecil yang lagi antusias mendengarkan tadzarus Quran di masjid sebelah, undangan untuk menghadiri Walimatus Syukur bertepatan dengan tujuh bulanan putri  ustadz tetangga. Sehabis sholat isya di masjid saya hampiri pak Ketua RT dan bersama sama berangkat ke kediaman ustadz bareng dengan beberapa jamaah lainnya, sesampai disana disambut dengan ramah dan acara berjalan lancar, tepat duduk disebelahku seorang bapak yang banyak diam, setelah acara selesai saat semua pulang saya duduk berlama lama sambil ngobrol kesana kemari, berkenalan dengab tetangga yang mungkin baru pertama melihat saya, termasuk bapak yang duduk disebelah saya, banyak hal kita uraikan dan bicarakan hingga tak terasa obrolan saya dengan bapak tadi sudah masuj dalam diskusi terkait kekuatan tuhan dalam mendesain dan menghidupkan semesta ini, kalau nggak salah dimulai dari kalimat " la khaula wala quwata illa billahil 'aliyul'adzim ".

Dari diskusi yang lumayan panjang itu ada sebuah ungkapan yang sangat menarik dari beliau yaitu sebagai seorang yang sadar akan status kita sebagai hamba Allah yang yakin akan kebesaranNYA kita sudah sepatutnya mencontoh anak kecil, yang masih balita, seorang anak kecil tatkala diangkat dan seakan akan hendak dilemparkan oleh sang ayah keudara dia akan terus tertawa senang sambil memandangi sang ayah, hal itu kenapa terjadi, karena si anak percaya pada ayahnya bahwa dia tidak akan terlempar hingga jatuh, dia percaya sang ayah sedang menghiburnya dengan permainan yang sedikit menantang, sang anak senang dengan hal baru itu, hanya satu keyakinan sang anak , tangan kokoh sang ayah akan senantiasa melindungi tubuh mungilnya. Jadi kitapun harus demikian kita juga mustinya harus yakin pada Allah, dengan kebesarannya DIA bisa saja menguji kita dengan keterpurukan, kesedihan, kegagalan tapi yakinlah dengan KebesaranNYA Allah akan melindungi kita dan akan membahagiakan kita sesuai desain yangbtelah Allah buat, seterpuruk apapun kita janganlah kita takut dan berpuruk sangka apalagi hanya fokus dengan kemampuan kita, kita harus yakin dan berserah diri kepada Allah, karena Dialah yang mampu mengangkat kita setinggi tingginya atau bahkan menenggelamkan kita, jika kita punya masalah besar sudah sepantasnya kita katakan pada masalah itu bahwa kita punya Allah yang Maha besar.

Dari diskusi yang benar benar menginspirasi saya akhirnya semakin memantabkan hati, dan tentunya hati terasa terhibur, memang benar sebagai insan yang lemah seperti tidak pantas jika sombong akan kekuatan dan kepandaian kita masih terus menyelimuti kita, hingga kadang melupakan bahwa ada kekuatan besar Allah yang senantiasa menjaga kita. Akhirnya hanya bisa terus bersyukur kepada Rabb Alamin dengan dipertemukannya dengan akhifilah yang mampu menginspirasi.

" Katakanlah pada masalahmu bahwa kamu Punya Allah yang maha besar "

 

Moh Nur Nawawi

Bingkisan Syukuran Tujuh Bulanan

Karya Moh Nur Nawawi Kategori Motivasi dipublikasikan 07 Februari 2017
Ringkasan
sebagai seorang yang sadar akan status kita sebagai hamba Allah yang yakin akan kebesaranNYA kita sudah sepatutnya mencontoh anak kecil, yang masih balita, seorang anak kecil tatkala diangkat dan seakan akan hendak dilemparkan oleh sang ayah keudara dia akan terus tertawa senang
Dilihat 12 Kali