Ujung Usia #part2

Ujung Usia #part2 Ujung Usia #part2

Ujung Usia

By. Fatihah

#part2

    Sejenak aku terdiam, kata - katanya tersapu angin yang menguping. Dan ketika ku tatap wajahnya, guratan dahi itu seakan mengiba. Hingga tanpa sadar senyumku mengembang di sertai satu anggukkan.

    Kami berjalan tanpa saling memandang. Awal persahabatan yang aneh bukan? Pintu laboratorium masih terbuka, tandanya pak Miko belum datang. Syukurlah. "Wah - wah komandan, ada yang panas dingin ini?!" Dasar Dzul. Dialah tersangkanya, pak jomblang yang sangat lihai mengatur siasat.

    Tapi entah apa yang terjadi, kami. Aku dan Dian hanya berlalu. Semua terjadi bukan tanpa alasan. Banyak pertanyaan yang tiba - tiba datang bertubi - tubi, salah satunya adalah apa alasan Dian memintaku untuk menjadi sahabatnya? Ya sudahlah, paling tidak masih ada orang yang mempercayaiku.

    Pernahkah kalian terlibat 'Cinta Segi 3' ? Dilema, karena tidak mampu memilih salah satu dari 2 karakter yang dirasa kita sukai. Atau memang karena ingin mempermainkan 2 hati.

    Aku, Dian dan Dia, kami bertiga terombang - ambing dari derasnya lisan - lisan yang tidak bertanggung jawab. Dimana, bukti yang tidak akurat serta tanpa mencari kejelasan terlebih dahulu mereka mengecamku. Dan itu terasa dari sorot mata mereka. Biarlah waktu yang menjawab. "Ada saatnya nanti mereka akan tahu sendiri mana yang benar kok." Dian berusaha menyemangatiku yang mulai gusar.

    Di balkon perpustakaan ini menjadi tempat faforit kami, aku dan Dian, ketika ingin share tentang berbagai hal. Dari sini kami bisa memandang kesegala sudut sekolah. Meskipun kami hanya berdua tapi dari bawah banyak pasang mata yang ikut meramaikan. Jarak kamipun tidak boleh kurang dari satu meter. Hhhh. Persahabatan yang aneh bukan?

    Sungguh aku sangat merasa di hargai. Norma kesopanan, tutur kata yang terarah, dan pemahaman yang luas tak luput menghiasi langkahnya. Hingga timbul satu pertanyaan yang belum sempat aku tanyakan. Yaitu apakah hanya aku saja sahabatnya? 

    Sekian minggu bergulir pelan tapi pasti. Extra hari ini sangat membosankan. Matahari enggan berbaur, hanya mendung. Gerah sekali, keringat memandikanku. Jadi tidak konsen mengikuti materi indoor. Huff. Akirnya selesai juga. Alhamdulillah.

    Di area parkir sudah lengang. Waktunya pulang. Tunggu, sepucuk surat. Dian? Aneh, kenapa dia menyuratiku? 

>Bersambung...

Alif Fatihah

Ujung Usia #part2

Karya Alif Fatihah Kategori Cerpen/Novel dipublikasikan 05 Februari 2017
Ringkasan
Cinta rahasia dari Sang Maha Cinta
Dilihat 39 Kali