Ada Dua Guru

Ada Dua Guru Ada Dua Guru

 
Seorang Guru, dengan sangat tenang dan perlahan, sedang menjelaskan sesuatu yang membuat murid-muridnya terkagum-kagum kepadanya. Maklum saja, ilmu yang sedang dijelaskannya ini sangat rahasia, tidak sembarang orang bisa mendengarnya, dan hanya sedikit sekali orang yang mampu menguasainya. Sebuah ilmu yang hanya diajarkan kepada murid-murid yang sudah melewati beragam halangan dan rintangan.
 
Di akhir penjelasannya, Sang Guru berkata kepada murid-muridnya, "Mulai saat ini, lupakan semua yang telah Guru katakan, buang semua kekaguman kalian kepadaku." Semua muridnya kaget! Namun, ada seorang murid yang memberanikan diri bertanya, "Kenapa Guru? Bukankah semua kata-kata Guru sangat penting bagi kami untuk mempraktekkan ilmu ini?!"
 
Sang Guru dengan tenang menjawabnya, "Tidak seperti ilmu-ilmu yang kalian dapatkan sebelumnya. Ilmu-ilmu itu untuk pikiran kalian, sehingga penting bagi kalian untuk mengingat penjelasan-penjelasan Guru. Namun, ilmu yang baru saja kalian dengar, bukanlah untuk pikiran kalian, tapi untuk melampauinya, sehingga kata-kata dan kekaguman kalian kepadaku bisa menjadi perintang bagi kalian dalam mempraktekkannya. Terlebih lagi, hal tersebut bisa menjadi penghalang bagi kalian untuk menemui Guru yang ada dalam diri kalian masing-masing."
 
***
 
Ada dua jenis Guru yang mungkin saja kita temui dalam hidup ini, Guru yang mengajarkan kita "meraih" dan Guru yang mengajarkan kita "melepas". Guru yang mengajarkan kita untuk menjadi seseorang dan Guru yang mengajarkan kita untuk tidak menjadi siapa-siapa. Kedua Guru itu baik adanya, dan hadir dalam kehidupan kita sesuai dengan kesiapan diri kita masing-masing, sesuai dengan pertumbuhan jiwa kita masing-masing. Seperti yang sering diungkapkan, "Ketika murid siap, Guru akan datang."
 
 

Adi Prayuda

Ada Dua Guru

Karya Adi Prayuda Kategori Inspiratif dipublikasikan 05 Februari 2017
Ringkasan
Kedua Guru itu baik adanya, dan hadir dalam kehidupan kita sesuai dengan kesiapan diri kita masing-masing, sesuai dengan pertumbuhan jiwa kita masing-masing. Seperti yang sering diungkapkan, "Ketika murid siap, Guru akan datang."