Penjajahan Gaib

Penjajahan Gaib Penjajahan Gaib

Aku menulis ini sambil mendengarkan erangan-erangan seseorang. Tidak, bukan erangan yang seperti itu, ah kamu mesum sekali. Eh atau aku yang salah kira. Lagi pula maksudku adalah erangan seseorang di atas ranjang. Matanya membelak, ia berkeringat amat banyak. Aku heran, apa yang sebenarnya dilakukan setan itu di dalam sana? Tak mungkin bukan jika ia bersetubuh? Oh ayolah. Jangan soal ini lagi. Hahaha. 

Akhir-akhir ini aku berpikir, alangkah bagusnya jika kukuasai sedikit perkara menaklukan setan. Aku tahu, menaklukan lelaki saja aku tak becus, apalagi menaklukan setan. Begitu pikirmu? Yasudah terserah apa katamu toh itu cuma pikiran iseng. 

Sebenarnya aku agak heran, lalu bertanya-tanya sendiri. Apa yang dipikirkan setan-setan itu ketika merasuki tubuh seseorang? Eh tapi apa setan punya akal? Mungkinkah ini seperti mengambil alih rumah seseorang tanpa menyingkirkan pemilikinya? Rasanya terdengar seperti penjajahan gaib. Ngaco ya? 

Ah, dengar orang itu mengerang lagi. Dengan sedikit jeritan. Aku semakin penasaran, ada apa di dalam sana. Oyatuhan, ia juga muntah-muntah. Terlihat amat menyakitkan. 

Aku memang tak pernah berada dalam posisi itu, dikuasai setan yang seenaknya bersarang dalam tubuh. Meski demikian, melihat bagaimana reaksi seseorang ketika mengalami hal itu, tentu saja bukan hal yang menyenangkan. 

Tak berdaya mengendalikan tubuh sendiri. Meracau tentang hal-hal yang tak masuk akal. Menggelinjang, berkeringat, berteriak ketakutan. Hei, ini menyakitiku meski aku tak mengalaminya. 

Bagaimana tidak, bukannya ruh dan raga kita adalah bagian dari otonomi daerah yang kita punya. Setan-setan atau manusia sekalipun yang berambisi mengambil alih dari kita, mesti diintoleransi. 

Kita memang bukan pemilik sah dari tubuh kita sendiri. Tapi bukan berarti setan-setan berhak mengambil alih. Kita mesti punya kendali atas jiwa dan pikiran kita. 

Setan-setan itu datang sebab melihat kesempatan. Mereka menyaksikan bahwa kita lengah dan yang paling parah, kita lalai bahwa mereka bisa mengambil alih kapan saja. 

Ini ngawur? Iya. Tapi aku serius soal penjajahan gaib itu. Jadi ya, kalau ada kerasukan-kerasukan begitu, beneran deh setan sedang jadi kolonial. Mereka lagi ngajakin peŕang terbuka. Perang tertutupnya ya sepanjang hayat. Selama masih hidup, mereka emang bakal terus jadi musuh abadi yang manis. 

Akhirul kalam, tulisan absurd ini ditutup dengan pesan sok bijak, ehem. Tetaplah jadi pengendali buat diri sendiri. Siapa tahu nanti jadi pengendali air-api-tanah-udara.

Hahaha.

 

Lupy Agustina

Penjajahan Gaib

Karya Lupy Agustina Kategori Catatan Harian dipublikasikan 15 November 2016
Ringkasan
Garagara kerasukan.