LKM harus Kritis Transformatif (Relevansi Organisasi Kepemudaan)

Poniman Poniman
Karya Poniman Poniman Kategori Inspiratif
dipublikasikan 05 Februari 2016
LKM harus Kritis Transformatif (Relevansi Organisasi Kepemudaan)

LKM , Kritis Transformatif?


? ? ?Sejarah bangsa telah membuktikan bahwa mahasiswa mempunyai peranan penting diperputaran roda pemerintahan Indonesia. Melalui Lembaga Kemahasiswaan (LKM) mahasiswa bergerak dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat, khususnya ditahun 1998. Selain itu, kiprah mahasiswa dalam kehidupan berbangsa telah memberikan pencerahan melalui pemikirannya yang kritis dan transformatif seiring perkembangan zaman. Dengan berorganisasi mahasiswa bisa saling bertukar pendapat dan gagasan aktualnya untuk disalurkan pada masyarakat luas, baik melalui audiensi dan aksi turun jalan.
? ? ? Oleh karena itu, perlunya mahasiswa untuk ikut andil dalam LKM dikampus baik intra maupun ekstra kampus. Sebab LKM merupakan tempat mahasiswa berproses dalam pembelajaran diri dan wadah pendewasaan diri. Berproses di LKM mahasiswa dituntut untuk berfikir dewasa, kritis, penuh resiko, dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Dan semua materi softskill ini mungkin tidak didapatkan oleh mahasiswa saat perkuliahan dikelas yang hanya berkutik dengan tugas dosen, makalah dll.

? ? ?Apalagi diera MEA 2016 ini mahasiswa harus punya basic skill yang menjjal pada dunia kerja. Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membuat mahasiswa dituntut untuk kreatif dan melakukan transformasi pada pola kehidupannya dengan memaksimalkan segala aktifitas positifnya yang salah satunya melalui LKM.

? ? ? ?Dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang diberikan pihak kampus seyogyanya bisa dimaksimalkan oleh mahasiswa untuk menempa kepekaan sosial dan nalar kritis mereka. Seperti aktif di ormawa seperti BEM, UKM dan organisasi daerah. Dengan demikian, akan ada bekal khusus ketika seorang mahasiswa menjadi sarjana dan siap berkiprah dimasyarakat.
? ? ? Keberadaan LKM juga perlu disadari relevansinya pada tanggungjawab mahasiswa sebagai agent of chage dan agent of social control. Dengan analisis diri dan analisis sosial oleh mahasiswa , LKM harus menjadi wadah aspirasi mahasiswa lainya dan penyeru permasalahan sosial. LKM bukanlah alat para penguasa dalam melanggengkan jabatannya. LKM juga harus berani mengkritisi kebijakan kampus yang kiranya merugikan mahasiswa seperti UKT atau SPP kuliah yang pengelolaannya tidak transparansif. Mahasiswa harus berani menyatakan sikapnya atas keganjelan birokasi kampus yang semrawud dan terkesan KKN walaupun mereka harus berhadapan dengan rektor dengan kediktatorannya dalam mengeluarkan SK dropout seperti kasus Ronny Setiawan mahasiswa aktifis BEM UNJ.
? ? Sekali lagi, adanya LKM harus disadari akan tanggung jawab sosial untuk penggalang masa dan penggerak pemikiran kritis dan transformatif. Mengawal kebijakan pemerintah dan kampus untuk kearah yang lebih baik. LKM tidak boleh terbungkam dan berlutut pada penguasa lalim. Apalagi terbuai karena diajak makan siang diistana negara sehingga takut mengkritisi kebijakan kaum kapitalis yang telah nyata menjajah dengan mengeruk kekayaan alam Indonesia seperti emas (freeport) dan minyak bumi dibumi pertiwi.

#paradelombainspirasi
? ? ? ?Salam mahasiswa!.. Hidup mahasiswa!

?

Ditulis oleh PONIMAN
Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
Menteri Jaringan & Komunikasi di Himpunan Mahasiswa Jurusan Angkatan KHATULISTIWA MPI 2014
Aktifis PMII, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Email [email?protected] 085702308672

  • view 356