Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Proses Kreatif
Wasyukurillah

Salah kaprah. Sering kali kita mengucap sesuatu tanpa sadar apakah yang kita ucapkan itu benar atau salah.?Salah satu yang cukup kental di bibir kita, bukan hanya umat Islam, namun juga warga Indonesia secara umum, adalah kalimat ?alhamdu lillah wasyukurillah?.

Lihat saja salah satu bait lagu Opick yang terkenal:

alhamdulillah wasyukurillah, bersujud padamu ya Allah?

Lihatlah pula teks cover lagu Habib Syech di Youtube (seperti gambar di atas). Meski dalam video tersebut jelas-jelas Habib Syech mengucap wassyukru lillah, namun pengunggah di Youtubenya membuat cover bertuliskan Wa Syukurillah.?

Kalimat ini terdiri dari dua statemen; alhamdu lillah; dan?syukurillah. Arti yang dimaksud dalam ungkapan ini adalah ?puji bagi Allah? dan ?syukur kepada Allah?.

Mari kita lihat arti tepatnya:

1. Alhamdu lillah adalah sebuah pengungkapan, perasaan. Tidak ada masalah.
2. Syukurillah adalah kata benda. Arti sebenarnya adalah: ?syukur Allah?, atau pengartian dengan pengaruh Jawa ?syukurnya Allah?. Ini yang menurut saya mengandung masalah dan salah kaprah. Jika yang dimaksud adalah ?syukur kepada Allah?, maka kalimatnya adalah ?syukru lillah?.

Jadi, alhamdu lillah wasyukurillah adalah dua statemen yang tidak setara. Di samping itu, dalam tata bahasa Arab, kalimat ini menyalahi aturan: karena wasyukurillah adalah?athaf dari kalimat sebelumnya, seharusnya jika kalimat sebelumnya berakhiran dhammah (du pada alhamdu) maka kalimat ikutannya juga harus dhammah (wasyukurullah= rubukan ri).

Maka kalimat setara yang benar adalah alhamdu lillah wassyukru lillah (kesetaraan secara kasat mata nampak dalam kalimat lillah). Konsekwensi lainnya, karena kalimatwassyukru mengandung unsur yang disebut ?al?, maka ?s? pada kalimat ini ditulis dobel (tanwin): wassyukru atauwasysyukru, bukan wasyukru.

Karya : Polisi Bahasa