Tantangan mendidik di akhir zaman

fadillah putri dirgahayu
Karya fadillah putri dirgahayu Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Januari 2017
Tantangan mendidik di akhir zaman

-Tantangan mendidik anak di akhir zaman-

Hampir menangis karena membaca sebuah sharing disebuah komunitas facebook beberapa waktu lalu. Saya lupa nama ibu TS dan lokasi persisnya (di jawa) , tapi saya ingat betul bagaimana pokok ceritanya.

Diceritakan bahwa motor ibu TS rusak di tengah jalan yang agak sepi, kemudian melipir ke sebuah bengkel. Sambil menunggu, ia pun ke warung seorang nenek membeli makanan sambil mengobrol.

Singkat cerita, selidik punya selidik karena kebutuhan hidup ternyata si nenek juga menjajakan dirinya walaupun katanya dengan terpaksa. Kepada siapa? Masih ada yang mau? Jawabannya, Masih. Banyak.

Dan meraka adalah anak-anak SD, SMP atau SMA yang membayar dengan uang jajan mereka yang gak seberapa. Si nenek menerima rata-rata Rp.5.000,- sampai dengan Rp.10.000,- per anak. Untuk menyambung hidup.

Ya Rabb, ! Anak-anak sebagai konsumen prostitusi. :'(

Sedih. Nangis. Marah. Takut. Itu yang saya rasakan saat membaca tulisan tersebut.

Sambil memandang Rifa yang tertidur membatin "Ya Allah nak, harus bagaimana Ayah Bunda mendidikmu di zaman dengan keadaan yang sudah sedemikian parah ini".

Saya pun mengingat ucapan Ibu Elly Risman di suatu seminar yang saya tonton di youtube. Awal mula terjadinya tingkah tidak senonoh yang dilakukan oleh seorang anak kecil baik terhadap sesama anak kecil atau orang dewasa adalah karena dia melihat video / gambar porno dari mulai yang levelnya biasa saja sampai yang vulgar berkali-kali terus menerus yang diselipkan di berbagai media baik sadar maupun tidak hingga pada level tertentu si anak penasaran melakukannya.

Miris.

Dari mulai iklan, game, film yang mempertontonkan aurat dan adegan vulgar baik yang cuma kartun atau yang real sehingga memicu alam bawah sadar dan otak anak yang putih bersih itu menjadi rusak. Sedikit saja melihat, maka otak tercemar!

Istighfar. Takut.

Tidak menghindari teknologi. Itu menurut saya bukan solusi.

Karena teknologi sudah ada dimana-mana. Tidak mendapatkannya dari orang tua, anak bisa ke warnet, pinjam teman, pinjam tetangga, dsb.

Anak dan orang tua harus beradaptasi dengan teknologi. Keduanya. Bukan hanya anak saja.

Bagaimana orang tua bisa membatasi dan mengawasi anak menggunakan teknologi jika orang tuanya saja gaptek?

Benar kata teh Kiki Barkiah, bahwa kita harus memberikan dasar ilmu agama yang benar dan cukup kepada anak untuk dia sendiri membatasi diri terhadap apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilihat atau dilakukan.

Last but not least,
Quote yang terkenal dari Sahabat Rosul, Ali bin Abi Thalib, R.A. :
“Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu”

Tugas besar. Tantangan Besar. Tidak mudah.

Semoga kita semua siap dan mampu mendidik anak-anak sesuai fitrahnya. Inilah tantangan mendidik anak di akhir zaman.

Bekasi, 16 Januari 2016

PUTRI

  • view 135