Kebenaran Tak Tahu Jalan Pulang

Hani Taqiyya
Karya Hani Taqiyya Kategori Renungan
dipublikasikan 23 Mei 2017
Kebenaran Tak Tahu Jalan Pulang

Akhir-akhir ini orang sibuk membicarakan kebenaran. Entah siapa yang memulai, tapi masing-masing merasa memiliki dan memproklamirkannya di mana pun mereka berada. Pelan-pelan kebenaran membuat jalannya sendiri, ia berpindah-berpindah mengikuti kata hati.

Masalahnya, kita tak bisa selalu percaya pada hati. Setiap saat ia mengajak kita berselancar dalam ombak bernama perasaan. Kadang kita berhasil melewatinya dengan sempurna, tapi sering juga kita gagal dan terjatuh. Satu kali ia membuat kita yakin, seribu kali ia menyuruh kita mencari pegangan yang lain.

Mungkin itulah mengapa akal tepat berada di kepala. Seperti sebuah saluran vertikal, ia menyalurkan asupan terbaik untuk hati agar ia tetap kuat. Makanya akan menjadi sia-sia jika hati mengalami disfungsi, atau bahkan mati, karena asupan itu tidak dapat terdistribusi. Ia akan keluar dari jalur, dan bisa terbuang begitu saja seperti sampah.

Dan pada akhirnya, kebenaran seolah tak tahu jalan pulang.

  • view 82