Ini Aku, atau Mereka yang Gila?

Hani Taqiyya
Karya Hani Taqiyya Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 20 April 2017
Ini Aku, atau Mereka yang Gila?

Siang tadi, ada orang gila yang masuk ke dalam rumahku.


Awalnya dia hanya seorang perempuan yang kulihat sedang berdiri di halaman rumahku.Seseorang mengatakan padaku kalau dia tidak waras. Karena itu aku terburu-buru mengunci pintu, berusaha melakukannya tanpa suara, agar ia tidak berbalik dan menyadari kehadiranku.


Tapi entah mengapa, tiba-tiba dia sudah masuk ke dalam rumah.
Menggunakan barang-barangku seperti miliknya sendiri.  
Aku bergidik di sampingnya.
Bergidik tanpa melakukan apa-apa.
Perasaan ingin mengeyahkannya begitu besar, tapi aku terlalu takut menyuruhnya pergi. Anehnya ia seolah-olah tak menyadari kehadiranku. Bahkan dengan santainya dia bersandar di dinding ruang tamu, menggenggam remote sambil menonton televisi.
Membuatnya sekilas tampak waras karena dia memandang layar seperti mengerti apa yang tampak di sana.
Dalam warna yang samar, aku melihatnya mengenakan daster merah muda selutut. Rambutnya yang nyaris menyentuh punggung bergerak oleh tiupan angin dari kipas angin milikku yang baru saja dibersihkan.
Tiba-tiba saja pemandangan itu terasa menjengkelkan. Ya, apa yang kurang menjengkelkan dari orang gila yang masuk ke rumahmu lalu menggunakan barang-barangmu seenaknya?
Aku meminta sesorang membawanya pergi dengan cepat. Perintahku bercampur amarah. Seseorang di sampingku bangkit, dengan berani menyentuh tubuhnya, dan mengunci kedua tangannya yang meronta karena menolak untuk pergi. Lalu ia mendorong tubuhnya keluar seperti maling yang tertangkap.

Dan dia pun menghilang secepat yang aku inginkan.
Aku membuka pintu.
Beberapa orang sedang duduk tidak jauh dari halaman rumahku. Mereka tentu sudah melihat apa yang terjadi.
Tetapi tidak ada reaksi yang aku bayangkan dan yang sewajarnya jika ada orang gila berkeliaran di lingkunganmu dan masuk ke dalam salah satu rumah tetanggamu!
Mereka melihatnya hanya seperti kucing kampung yang lewat. Atau seperti melihat daun-daun menguning yang berguguran dari pohon.
Aku meninggalkan mereka dengan segumpal perasaan kesal dan pertanyaan-pertanyaan.
Ini aneh!
Sejak kapan kita memaklumi orang gila?
Atau tadi aku juga telah memakluminya? Buktinya dia bisa masuk ke rumahku begitu saja. Jangan-jangan, aku sendiri yang membukakan pintu untuknya?
Atau mungkin dia memang tidak gila? Karena aku hanya mendengar perkataan orang-orang saja.
Tapi perasaan bergidik itu terasa nyata menyebalkan hingga rasanya aku harus segera tersadar.


Aku membuka mata.
Televisi menyala di hadapanku dan tiba-tiba saja aku merasa kesal.

  • view 104