Bukan Midori*

Hani Taqiyya
Karya Hani Taqiyya Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 November 2016
Bukan Midori*

Aku pikir, saat pertama kali bertemu, dia akan menjadi segala-galanya bagiku, dan sebaliknya.

Aku akan merasa aman dalam rengkuhnya di setiap saat. Aku akan merindukannya di setiap detik, berharap waktu bisa berjalan lebih cepat tetapi berjalan lebih lambat saat kami sedang bersama. Aku akan mengajaknya mencipta kenangan yang aku inginkan agar kepalaku selalu dipenuhi bunga-bunga.

Pada awalnya, semua berjalan seperti yang aku pikirkan. Tapi rasa gula di cangkir tehku tidak bisa terus kurasakan manisnya saat tehnya sudah habis kuminum. Kelopak-kelopak bunga juga akan meluruh. Dan musim hujan yang penuh romansa, akan digantikan oleh kemarau dengan panas yang siap dikutuk. Tidak ada yang abadi, bahkan soal perasaan hati.

 Aku tidak lagi menjadi segala-galanya, dan sebaliknya. Dia masih darah daging kedua orang tuanya, dia masih seorang kakak dan adik yang terus dirindui saudara-saudaranya, dan dia masih berjalan dengan cita-cita masa remaja yang susah payah ia jaga agar apinya tetap menyala. Jadi, saat tiba-tiba pelukannya tidak lagi terasa aman, berjalannya waktu aku terima sebagai keniscayaan, dan bunga-bunga di kepalaku mulai layu.

 Maka saat itulah aku tahu,

Aku tidak akan pernah bisa meminta sepotong strawberry shortcake, dan berharap dia melepas semua yang sedang ia kerjakan, berlari sekencang-kencangnya untuk membeli kue itu dan kembali dengan nafas terengah-engah sambil berlutut dihadapanku dengan strawberry shortcake di tangannya. Kemudian aku mengatakan tidak ingin kue itu lagi, dan membuangnya ke luar jendela. Kemudian dia akan meminta maaf padaku, menyesali kebodohannya bahwa aku telah kehilangan minat pada strawberry shortcake, dan menawarkanku jenis kue yang lain.**

Aku bukan Midori, jadi lebih baik definisi cinta seperti itu aku kubur saja dalam-dalam di sudut tergelap hatiku, sehingga aku tidak akan pernah menyentuhnya, meskipun sebenarnya aku ingin.

 

*Midori adalah salah satu tokoh fiksi dalam novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami

**Terjemahan bebas dari salah satu percakapan Midori dan Toru