To be Honest...

Hani Taqiyya
Karya Hani Taqiyya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Oktober 2016
To be Honest...

Pernahkah seseorang mengatakan bahwa ia telah berkata jujur padamu, tapi kemudian ia menyesalinya? Seharusnya aku tidak usah jujur! Kejujuranku tidak berarti apa-apa bukan? Bohong atau jujur hasilnya tetap saja sama, kau tidak mempercayaiku! Ujarnya dengan sedikit amarah.

Kejujuran.

Dalam arti luas, jujur berarti bersikap apa adanya, penuh ketulusan, dan tidak berbohong. Tapi dalam konteks yang lain, mungkin maknanya akan terasa menjadi lebih dalam. Misalnya, kejujuran berarti mengungkapkan kebenaran dari sesuatu yang salah tapi dianggap benar. Kejujuran juga bisa jadi sikap menjadi diri sendiri. Atau kejujuran mengungkapkan hal yang awalnya hanya ingin disimpan sendiri dalam hati, tapi dibantu dengan keberanian, kita memutuskan untuk mengungkapkannya. 

Ya. Butuh keberanian untuk bersikap jujur dan menerima efek dari kejujuran yang kita lakukan. Karena kejujuran memiliki resiko dan saat melakukannya kita harus sudah siap dengan konsekuensinya. Selain itu,hasil akhir dari kejujuran bisa jadi tidak seperti apa yang kita harapkan. Seperti halnya bersikap baik, tidak pasti akan dibalas dengan kebaikan yang sama. 

 

Well, to be honest, it's so hard to be honest...!

 

 

Kejujuran seharusnya membuat kita merasa lebih baik, betapapun pahitnya kejujuran itu. Seseorang yang telah mengakui kesalahan, lalu bersikap jujur dengan meminta maaf, meskipun permintaan maafnya tidak diterima, ia tidak akan sedikitpun merasa kecewa. Ia sudah menunaikan tugasnya, dan dia tidak bisa mengontrol orang lain untuk memaafkan seseorang. Seseorang yang bahkan harus membayar dengan kebebasannya saat ia bersikap jujur dengan menegakkan kebenaran, maka ia akan menjalani semuanya dengan ikhlas. Karena dibanding semua perlakuan itu, kejujuran sudah membuat hatinya jauh lebih damai.

 

 

 

 

 

 

Tapi kita, yang dengan lantangnya meneriakkan kejujuran, tapi terus menerus mengeluarkan alasan-alasan, membutuhkan afirmasi, atau malah menyesali kejujuran yang kita lakukan, barangkali kita belum benar-benar bersikap jujur.

 

 

 

Saat itu, mungkin kita hanya sedang melakukan pembelaan diri.

  • view 251